MUAMMAR. R, MUAMMAR. R (2026) GAMBARAN HBeAg, ALT, HBV DNA PADA IBU HAMIL DENGAN HBsAg POSITIF DI MAKASSAR, GOWA, DAN TAKALAR=Description of HbeAg, ALT, HBV DNA in Pregnant Women with Positive HBsAg in Makassar, Gowa, and Takalar. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C195222007-WPXtvdcVDo2h78CJ-20260313132512.jpg
Download (256kB)
C195222007-1-2.pdf
Download (619kB)
C195222007-dp.pdf
Download (786kB)
C195222007-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Di wilayah endemik virus hepatitis B (VHB), pencegahan penularan dari ibu ke anak bergantung pada stratifikasi risiko yang tepat selama kehamilan. Status hepatitis B e-antigen (HBeAg) sering digunakan sebagai penanda pengganti replikasi virus pada daerah dengan keterbatasan pemeriksaan HBV DNA. Namun, pendekatan ini mungkin tidak memadai pada populasi dengan prevalensi tinggi hepatitis B kronik HBeAg-negatif, yang dapat menyebabkan perkiraan risiko penularan menjadi lebih rendah dari sebenarnya. Penelitian ini menilai kelayakan pemberian profilaksis antivirus pada ibu hamil dengan hasil HBsAg positif berdasarkan penanda serologis dan molekuler infeksi HBV. Metode: Penelitian deskriptif Cross-Sectional dilakukan pada 26 ibu hamil dengan HBsAg positif yang diidentifikasi melalui skrining antenatal rutin di tujuh puskesmas. Sebanyak 21 partisipan memberikan persetujuan untuk evaluasi laboratorium lanjutan, termasuk pemeriksaan HBeAg, kadar ALT serum, dan analisis kuantitatif HBV DNA. Hasil: Prevalensi HBsAg sebesar 1,38% (26/1886), dengan rata-rata usia ibu 33,9 ± 3,6 tahun. Sebagian besar partisipan berstatus HBeAg-negatif (81,0%; 17/21). Kadar ALT normal ditemukan pada 95,2% wanita, dengan nilai median 8 U/L (IQR 6–11). Median beban virus secara signifikan lebih tinggi pada wanita HBeAg-negatif dibandingkan dengan HBeAg-positif (7,43 vs 3,87 log₁₀ IU/mL). Secara keseluruhan, 94,1% wanita HBeAg-negatif melampaui ambang profilaksis antivirus WHO (≥5,3 log₁₀ IU/mL), sedangkan tidak ada satupun wanita HBeAg-positif yang mencapai ambang tersebut (p<0,001). Kesimpulan: Status HBeAg saja tidak dapat diandalkan untuk menentukan kelayakan profilaksis antivirus. Integrasi pemeriksaan HBV DNA ke dalam program antenatal care sangat penting untuk memungkinkan penggunaan antivirus yang rasional dan mengoptimalkan strategi pencegahan transmisi dari ibu ke anak.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Ibu hamil, Transmisi vertikal, Profilaksis antivirus, HBeAg, Viral load HBV DNA |
| Subjects: | R Medicine > RG Gynecology and obstetrics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS - Mikrobiologi Klinik |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 03:10 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 03:10 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57163 |
