Penolakan Dokter Sebagai Ekesekutor Kebiri Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Dalam Konteks Obstruction Of Justice = Doctors Refusal to Execute Castration in Cases of Child Sexual Violence in the Context of Obstruction of Justice


MILDA, ANNISA ISMI (2026) Penolakan Dokter Sebagai Ekesekutor Kebiri Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Dalam Konteks Obstruction Of Justice = Doctors Refusal to Execute Castration in Cases of Child Sexual Violence in the Context of Obstruction of Justice. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B012241042-QhxKZ9JmwtzIvo4a-20260312113459.jpeg

Download (114kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B012241042-1-2.pdf

Download (220kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B012241042-dp.pdf

Download (122kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B012241042-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ANNISA ISMI MILDA (B012241042). Penolakan Dokter Sebagai Eksekutor Kebiri Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak Dalam Konteks Obstruction Of Justice. Dibimbing Oleh Muji Iswanty. Latar belakang penelitian ini berfokus pada kebiri kimia sebagai hukuman tambahan bagi pelaku kekerasan seksual sebagaimana diatur dalam Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penolakan dokter dapat dikualifikasi sebagai obstruction of justice dan menganalisis filosofi penerapan kebiri kimia sebagai hukuman tambahan bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif, menggunakan pendekatan undang-undang, konseptual dan komparatif. Menggunakan bahan hukum primer dan sekunder. Data dikumpulkan dengan cara studi perundang-undangan dan kepustakaan dan dianalisis dengan data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penolakan dokter untuk menjadi eksekutor kebiri kimia tidak dapat dikualifikasikan sebagai obstruction of justice. Serta, filosofi penerapan kebiri kimia bertujuan untuk mencegah terjadinya residivisme, memberikan efek jera dan memberikan perlindungan terhadap anak-anak sebagai kelompok rentan, namun perspektif HAM melanggar martabat integritas profesi medis. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penolakan dokter untuk menjadi eksekutor kebiri bukanlah tindakan yang bertujuan menghalangi, merintangi, atau mengganggu proses hukum pidana, melainkan bentuk pelaksanaan hak dan kewajiban profesional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Kesehatan dan Kode Etik Kedokteran.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Dokter; Eksekutor; Kebiri Kimia; Kekerasan Seksual; Obstruction Of Justice.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 24 Aug 2026 02:13
Last Modified: 24 Aug 2026 02:13
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57150

Actions (login required)

View Item
View Item