PERANAN KADAR INTERLEUKIN-6 SEBAGAI BIOMARKER AUTISM SPECTRUM DISORDER=THE ROLE OF INTERLEUKIN-6 LEVELS AS A BIOMARKER FOR AUTISM SPECTRUM DISORDER


AS'AD, NURFADILLAH (2025) PERANAN KADAR INTERLEUKIN-6 SEBAGAI BIOMARKER AUTISM SPECTRUM DISORDER=THE ROLE OF INTERLEUKIN-6 LEVELS AS A BIOMARKER FOR AUTISM SPECTRUM DISORDER. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Text (COVER)
C105212001-cover.pdf

Download (285kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C105212001-1-2.pdf

Download (357kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C105212001-dp.pdf

Download (150kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C105212001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 December 2027.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Abstrak Latar Belakang: Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah kondisi neurodevelopmental yang ditandai dengan gangguan dalam komunikasi sosial dan perilaku yang terbatas serta berulang. Bukti yang semakin banyak menunjukkan bahwa disregulasi imun dan neuroinflamasi, terutama yang melibatkan Interleukin-6 (IL-6) memainkan peran penting dalam patogenesis ASD. Data mengenai profil IL-6 pada anak di Indonesia dengan ASD masih terbatas. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk membandingkan kadar IL-6 serum antara anak dengan ASD dan non-ASD,menentukan cut off kadar IL-6 serta mengevaluasi kinerja diagnostik IL-6 sebagai biomarker inflamasi potensial. Metode: Studi cross sectional di klinik tumbuh kembang pediatri sosial RS Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. 60 anak berusia 3-10 tahun ikut serta, terdiri dari 30 anak dengan ASD terkonfirmasi dan 30 anak non-ASD yang dipilih secara consecoutive sampling. Diagnosis ASD ditetapkan menggunakan kriteria DSM-V. Kadar IL-6 serum diukur menggunakan uji ELISA. Analisis statistik meliputi uji Mann–Whitney U, uji Chi-square, dan analisis ROC, dengan nilai p<0,05 dianggap secara statistik signifikan. Hasil: Kadar IL-6 pada kelompok ASD secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelompok non-ASD (113,26 vs. 26,83 ng/L; p<0,001). Analisis ROC menunjukkan kemampuan diskriminatif yang baik, dengan nilai ambang batas IL-6 optimal sebesar 58,82 ng/L. 90% anak dengan ASD menunjukkan kadar IL-6 yang meningkat, sedangkan 93,3% non-ASD memiliki kadar di bawah ambang batas (p<0,001). Kadar IL-6 yang meningkat diamati pada semua kelompok usia. Kesimpulan: Kadar IL-6 serum secara signifikan meningkat pada anak dengan ASD dan menunjukkan kinerja diskriminatif yang baik. IL-6 dapat berfungsi sebagai biomarker inflamasi tambahan yang berguna dalam mendiagnosis ASD pada anak.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Anak, Autisme, Biomarker, Interleukin-6
Subjects: R Medicine > RJ Pediatrics
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 21 Aug 2026 07:07
Last Modified: 21 Aug 2026 07:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57123

Actions (login required)

View Item
View Item