K. SANRANG, AMALIA DWI ANANDA (2025) Hubungan Pemberian Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) Terhadap Berat Badan Dan Tinggi Badan Pada Anak Dengan Stunting Di Pesisir Untia=CORRELATION OF FOOD FOR SPECIAL MEDICAL PURPOSES (FSMPs) ON BODY WEIGHT AND HEIGHT IN STUNTING CHILDREN IN THE UNTIA COAST. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C105211013-I3z4sqxOJQYmw15F-20260224130102.png
Download (225kB)
C105211013-1-2.pdf
Download (678kB)
C105211013-dp.pdf
Download (226kB)
C105211013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 December 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis utama di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan kognitif anak. Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) merupakan formula berkalori tinggi yang diformulasikan untuk pasien dengan gangguan nutrisi dan berpotensi digunakan dalam penatalaksanaan anak stunting karena mengandung energi dan protein yang optimal untuk pertumbuhan. Tujuan: Mengetahui pengaruh pemberian Pangan Olahan Keperluan Medis Khusus (PKMK) terhadap peningkatan berat badan dan tinggi badan anak usia 6– 59 bulan dengan stunting di wilayah pesisir UNTIA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kohort prospektif. Sebanyak 12 anak stunting usia 6–59 bulan diberikan PKMK selama tiga bulan. Pengukuran berat badan dan tinggi badan dilakukan pada bulan ke-0, I, II, dan III. Analisis data dilakukan dengan uji Repeated ANOVA dan Post Hoc Test untuk menilai perubahan antarwaktu. Hasil: Setelah tiga bulan, berat badan rata-rata meningkat dari 8,76 ± 1,12 kg pada awal penelitian menjadi 9,59 ± 1,04 kg pada kelompok usia 6-23 bulan, dan dari 10,32 ± 0,77 kg pada awal penelitian menjadi 11,05 ± 1,07 kg pada kelompok usia 24-59 bulan, menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,010 dan 0,007). Tinggi badan rata-rata meningkat dari 76,03 ± 4,03 cm menjadi 79,47 ± 3,49 cm pada kelompok usia 6-23 bulan, dan dari 84,10 ± 6,05 kg pada awal penelitian menjadi 86,85 ± 4,99 cm pada kelompok usia 24-59 bulan, dengan perbedaan yang signifikan (p=0,000). Setelah tiga bulan, 33,3% pada kelompok usia 6–23 bulan dan 50% pada kelompok usia 24–59 bulan tidak lagi mengalami stunting. Kesimpulan: Pemberian PKMK selama tiga bulan efektif meningkatkan berat badan dan tinggi badan anak usia 6–59 bulan dengan stunting serta menurunkan prevalensi stunting sebesar 41,7%. Intervensi PKMK berpotensi menjadi strategi tambahan dalam upaya perbaikan status gizi anak di daerah pesisir.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Anak, Gizi, Pertumbuhan, PKMK, Stunting |
| Subjects: | R Medicine > RJ Pediatrics |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Kesehatan Anak |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 21 Aug 2026 07:04 |
| Last Modified: | 21 Aug 2026 07:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57120 |
