PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (RNL) DAN RASIO TROMBOSIT-LIMFOSIT (RTL) SEBELUM DAN SETELAH KEMOTERAPI TERHADAP PROGNOSIS PASIEN KARSINOMA NASOFARING=PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (RNL) DAN RASIO TROMBOSIT-LIMFOSIT (RTL) SEBELUM DAN SETELAH KEMOTERAPI TERHADAP PROGNOSIS PASIEN KARSINOMA NASOFARING


RAHIM, RITA (2025) PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (RNL) DAN RASIO TROMBOSIT-LIMFOSIT (RTL) SEBELUM DAN SETELAH KEMOTERAPI TERHADAP PROGNOSIS PASIEN KARSINOMA NASOFARING=PERBANDINGAN RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (RNL) DAN RASIO TROMBOSIT-LIMFOSIT (RTL) SEBELUM DAN SETELAH KEMOTERAPI TERHADAP PROGNOSIS PASIEN KARSINOMA NASOFARING. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C035212003-od1fz9i60rU4qInc-20260310143815.jpg

Download (491kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C035212003-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C035212003-dp.pdf

Download (466kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C035212003-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 September 2027.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan salah satu keganasan kepala dan leher dengan insidensi tinggi di Indonesia. Inflamasi sistemik yang dapat dinilai melalui Rasio Neutrofil-Limfosit (RNL) dan Rasio Trombosit-Limfosit (RTL) diketahui berperan dalam progresivitas tumor serta prognosis pasien. Penelitian ini bertujuan membandingkan nilai RNL dan RTL sebelum dan setelah tiga siklus kemoterapi serta menganalisis hubungannya dengan prognosis pasien KNF. Penelitian observasional prospektif dilakukan pada 100 pasien KNF yang menjalani kemoterapi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, RS Universitas Hasanuddin Makassar, dan RS Pelamonia. Pemeriksaan darah rutin dilakukan sebelum kemoterapi dan setelah tiga siklus kemoterapi untuk menilai jumlah neutrofil, limfosit, dan trombosit, kemudian dihitung nilai RNL dan RTL. Analisis data menggunakan uji Kruskal–Wallis untuk membandingkan nilai median antar stadium, uji Wilcoxon signed-rank untuk menilai perubahan setelah kemoterapi, serta uji Chi-square untuk hubungan nilai pasca kemoterapi dengan prognosis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum kemoterapi median RNL meningkat signifikan seiring stadium lanjut (p = 0,005), sedangkan RTL tidak berbeda bermakna antar stadium (p = 0,591). Setelah kemoterapi, RNL menurun signifikan pada stadium II–IVA (p < 0,05), jumlah trombosit meningkat pada semua stadium (p < 0,001), dan RTL menurun pada stadium II–IVA (p < 0,05) tetapi tidak pada IVB. Proporsi pasien dengan prognosis buruk lebih tinggi pada stadium lanjut baik berdasarkan RNL (p = 0,002) maupun RTL (p < 0,001). Disimpulkan bahwa setelah kemoterapi menunjukkan terjadi penurunan yang signifikan dengan prognosis baik, dan nilai RNL serta RTL yang tetap tinggi pasca kemoterapi pada stadium lanjut berhubungan dengan prognosis yang lebih buruk. Nilai RNL dan RTL dapat digunakan sebagai indikasi prognosis dan terapi pasien karsinoma nasofaring.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: karsinoma nasofaring, RNL, RTL, kemoterapi, prognosis
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit THT
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 21 Aug 2026 06:43
Last Modified: 21 Aug 2026 06:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57107

Actions (login required)

View Item
View Item