GAMBARAN HISTOPATOLOGI KULIT LUKA INSISI SEDIAAN SALEP RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT (Mus musculus)=HISTOPATHOLOGICAL DESCRIPTION OF INCISION WOUND SKIN OINTMENT PREPARATION CORN SILK (Zea mays L.) AS AN ALTERNATIVE INCISION WOUND HEALING IN MICE (Mus musculus)


SUSIANA, AISYAH (2026) GAMBARAN HISTOPATOLOGI KULIT LUKA INSISI SEDIAAN SALEP RAMBUT JAGUNG (Zea mays L.) SEBAGAI ALTERNATIF PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA MENCIT (Mus musculus)=HISTOPATHOLOGICAL DESCRIPTION OF INCISION WOUND SKIN OINTMENT PREPARATION CORN SILK (Zea mays L.) AS AN ALTERNATIVE INCISION WOUND HEALING IN MICE (Mus musculus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221094-LNe5cC2kJ3p8Wymh-20260226103212.jpg

Download (405kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221094-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221094-Dp.pdf

Download (93kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221094-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Pengobatan luka saat ini umumnya menggunakan obat sintetik kimia yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antibiotik. Namun, penggunaan antibiotik yang tidak rasional dapat menyebabkan resistensi antibiotik. Rambut jagung mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, saponin, dan tanin yang berpotensi mempercepat proses penyembuhan luka, sehingga berpeluang sebagai bahan alternatif dalam bentuk sediaan topikal. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik sediaan salep ekstrak rambut jagung, menganalisis efektivitasnya dalam mempercepat penyembuhan luka insisi berdasarkan gambaran histopatologi kulit, serta menentukan konsentrasi salep yang paling efektif. Metode. Penilaian dilakukan secara eksperimental. Sebanyak 30 ekor mencit digunakan sebagai hewan uji dan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol negatif, kontrol positif, serta kelompok perlakuan salep ekstrak rambut jagung dengan konsentrasi 5%, 7%, dan 9%. Evaluasi meliputi uji sifat fisik salep dan pengamatan histopatologi jaringan kulit pada hari ke-7 dan ke-14. Hasil. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sediaan salep memenuhi persyaratan mutu fisik yang meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan pH. Hasil histopatologi menunjukkan bahwa salep ekstrak rambut jagung efektif mempercepat penyembuhan luka insisi. Hal ini terlihat dari peningkatan re- epitelisasi, neovaskularisasi, dan granulasi, serta penurunan sel inflamasi dan ulserasi dibandingkan kelompok kontrol serta konsentrasi 7% yang terbukti paling efektif karena memberikan hasil terbaik pada semua parameter pengamatan dibandingkan 5% dan 9%. Kesimpulan. Salep ekstrak rambut jagung memiliki karakteristik fisik yang baik dan efektif mempercepat penyembuhan luka insisi pada mencit secara histopatologis, dengan konsentrasi optimal sebesar 7%. Sediaan ini berpotensi dikembangkan sebagai alternatif terapi topikal penyembuhan luka, namun diperlukan uji keamanan dan toksisitas lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: salep; rambut jagung; kulit; luka insisi; histopatologi; mencit
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 21 Aug 2026 05:53
Last Modified: 21 Aug 2026 05:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57102

Actions (login required)

View Item
View Item