PENGARUH RUTE INOKULASI BUATAN TERHADAP INTENSITAS INFEKSI Ascaridia galli PADA ITIK MOJOSARI (Anas platyrhynchos domesticus)=Effect of Artificial Inoculation Route on the Infection Intensity of Ascaridia galli in Mojosari Ducks (Anas platyrhynchos domesticus)


AGFRILYANA G, NUR RAHMAH (2026) PENGARUH RUTE INOKULASI BUATAN TERHADAP INTENSITAS INFEKSI Ascaridia galli PADA ITIK MOJOSARI (Anas platyrhynchos domesticus)=Effect of Artificial Inoculation Route on the Infection Intensity of Ascaridia galli in Mojosari Ducks (Anas platyrhynchos domesticus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221054-COIXuDfexRyW18M5-20260316115008.jpeg

Download (143kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221054-1-2.pdf

Download (375kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221054-dp.pdf

Download (179kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221054-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Infeksi nematoda gastrointestinal, khususnya Ascaridia galli, merupakan salah satu permasalahan kesehatan pada unggas yang dapat menurunkan produktivitas. Keberhasilan pembentukan infeksi eksperimental dipengaruhi oleh rute inokulasi, namun informasi mengenai pengaruh rute inokulasi buatan terhadap intensitas infeksi pada itik masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan rute inokulasi buatan terhadap intensitas infeksi A. galli pada itik Mojosari berdasarkan nilai eggs per gram (EPG). Metode. Penelitian eksperimental ini menggunakan 16 ekor itik Mojosari umur 3 minggu yang dibagi menjadi empat kelompok: kontrol, inokulasi oral, kloaka, dan gabungan oral–kloaka. Suspensi telur infektif A. galli dengan konsentrasi 500 telur/mL diberikan sesuai rute perlakuan. Pemeriksaan EPG dilakukan pada pekan ke-6 dan ke-9 pascainokulasi menggunakan metode Wisconsin. Data dianalisis dengan uji Kruskal–Wallis dan dilanjutkan Mann–Whitney. Hasil. Terdapat perbedaan nilai EPG yang bermakna antar rute inokulasi pada pekan ke-6 (p=0,002) dan pekan ke-9 (p=0,003). Rute oral menunjukkan nilai EPG tertinggi, diikuti rute gabungan, rute kloaka, dan kontrol. Seluruh kelompok perlakuan mengalami peningkatan EPG pada pekan ke-9, namun perubahan tersebut tidak signifikan berdasarkan uji Wilcoxon (p>0,05). Derajat infeksi pada seluruh kelompok tergolong ringan. Kesimpulan. Rute inokulasi buatan berpengaruh terhadap intensitas infeksi A. galli pada itik Mojosari, dengan rute oral sebagai metode paling efektif menghasilkan intensitas infeksi tertinggi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ascaridia galli; EPG; itik Mojosari; rute inokulasi buatan
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:28
Last Modified: 20 Aug 2026 03:28
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57067

Actions (login required)

View Item
View Item