Identifikasi Protozoa Saluran Pencernaan Pada Primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan=Identification of Gastrointestinal Protozoa in Primates at Citra Satwa Celebes Zoo, Gowa Regency, South Sulawesi


FARIS, ANDI AHMAD (2026) Identifikasi Protozoa Saluran Pencernaan Pada Primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan=Identification of Gastrointestinal Protozoa in Primates at Citra Satwa Celebes Zoo, Gowa Regency, South Sulawesi. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221051-ZuY4TdhPt8g1V2eA-20260314145354.jpg

Download (370kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221051-1-2.pdf

Download (511kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221051-dp.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221051-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 February 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Infeksi protozoa saluran pencernaan merupakan masalah kesehatan umum pada primata dalam penangkaran yang dapat berdampak pada kesejahteraan hewan dan berpotensi zoonotik. Informasi mengenai jenis dan prevalensi protozoa pada primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes masih terbatas. Tujuan. Mengidentifikasi jenis protozoa saluran pencernaan yang menginfeksi primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes dan mengetahui prevalensi infeksi berdasarkan spesies primata serta menganalisis faktor risiko yang mempengaruhi tingkat infeksi. Metode. Penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan 25 sampel feses dari empat spesies primata (Macaca fascicularis, Macaca maura, Macaca nemestrina, dan Hylobates albibarbis). Pemeriksaan dilakukan dengan metode direct smear atau natif, flotasi, dan sedimentasi. Identifikasi protozoa berdasarkan morfologi mikroskopis. Analisis faktor risiko dilakukan melalui kuesioner kepada keeper kandang. Hasil. Dari 25 sampel, 21 ekor (84%) positif terinfeksi protozoa dengan lima spesies teridentifikasi: Balantidium coli (60%), Entamoeba sp. (52%). Prevalensi tertinggi ditemukan pada Hylobates albibarbis (100%), diikuti Macaca fascicularis (94%), Macaca maura (80%), sedangkan Macaca nemestrina tidak terinfeksi (0%). Faktor risiko meliputi sanitasi kandang yang kurang optimal, biosekuriti keeper yang tidak konsisten, pemberian pakan langsung di lantai kandang, dan pemeliharaan berkelompok yang meningkatkan kontak antar individu. Kesimpulan. Prevalensi infeksi protozoa saluran pencernaan pada primata di Kebun Binatang Citra Satwa Celebes tergolong tinggi (84%) dengan Balantidium coli sebagai spesies dominan, dipengaruhi oleh faktor manajemen kandang, biosekuriti, dan kondisi lingkungan yang mendukung transmisi fekal-oral.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: faktor risiko; Kebun Binatang ; parasitologi; penangkaran; prevalensi
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:21
Last Modified: 20 Aug 2026 03:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57065

Actions (login required)

View Item
View Item