Deteksi Trikomoniasis Penyebab Gangguan Reproduksi Pada Sapi Perah (Bos taurus) di Peternakan Rakyat Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang=Detection of Trichomoniasis as a Cause of Reproductive Disorders in Dairy Cattle (Bos taurus) at Smallholder Farms in Cendana District, Enrekang Regency


HAWAISYAH, PUTRI (2026) Deteksi Trikomoniasis Penyebab Gangguan Reproduksi Pada Sapi Perah (Bos taurus) di Peternakan Rakyat Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang=Detection of Trichomoniasis as a Cause of Reproductive Disorders in Dairy Cattle (Bos taurus) at Smallholder Farms in Cendana District, Enrekang Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221050-dCJHpS0UzYghDZm9-20260310114448.jpeg

Download (402kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221050-1-2.pdf

Download (400kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221050-dp.pdf

Download (217kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221050-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Trikomoniasis merupakan penyakit reproduksi menular yang disebabkan oleh protozoa Tritrichomonas foetus dan berperan dalam terjadinya gangguan reproduksi pada sapi perah. Penyakit ini berdampak pada efisiensi reproduksi dan produktivitas ternak sehingga perlu dilakukan deteksi dini, khususnya pada peternakan rakyat. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi keberadaan T. foetus sebagai penyebab gangguan reproduksi pada sapi perah di peternakan rakyat Kecamatan Cendana, Kabupaten Enrekang. Metode. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 87 sampel swab vagina sapi perah betina diperiksa secara mikroskopis menggunakan metode pewarnaan Morfologi Darah Tepi (MDT). Data pendukung diperoleh melalui wawancara dan kuesioner terkait manajemen pemeliharaan dan Riwayat gangguan reproduksi. Hasil. Pemeriksaan mikroskopis menunjukkan seluruh sampel negatif terhadap T. foetus dengan prevalensi trikomoniasis sebesar 0%. Sebagian besar sapi tidak memiliki riwayat gangguan reproduksi, dengan kasus terbanyak berupa retensi plasenta (3,4%), diikuti abortus (1,1%) dan endometritis (1,1%). Seluruh peternakan menerapkan sistem pemeliharaan intensif, Kesimpulan. Tidak ditemukan infeksi T. foetus pada sapi perah di Kecamatan Cendana. Hasil pemeriksaan mikroskopis terhadap 87 sampel swab vagina menunjukkan seluruh sampel negatif, dengan nilai prevalensi trikomoniasis sebesar 0% pada saat penelitian dilakukan.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Cendana; gangguan reproduksi; sapi perah; trikomoniasis; tritrichomonas foetus.
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:19
Last Modified: 20 Aug 2026 03:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57064

Actions (login required)

View Item
View Item