PENGARUH TOKSISITAS FTALAT TERHADAP MAKROANATOMI DAN MIKROANATOMI OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)=The Effects of Phthalate Toxicity on the Macroanatomy and Microanatomy of the Ovaries in White Rats (Rattus norvegicus)


DIANTARI, NURILMI (2026) PENGARUH TOKSISITAS FTALAT TERHADAP MAKROANATOMI DAN MIKROANATOMI OVARIUM TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)=The Effects of Phthalate Toxicity on the Macroanatomy and Microanatomy of the Ovaries in White Rats (Rattus norvegicus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221049-WJeo86ZSPGiHzOw4-20260309143755.jpg

Download (371kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221049-1-2.pdf

Download (381kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221049-dp.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221049-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 March 2028.

Download (9MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Mikroplastik merupakan pencemar lingkungan yang berpotensi membawa berbagai bahan kimia berbahaya, salah satunya ftalat, yang dikenal sebagai endocrine disrupting chemicals (EDCs). Paparan ftalat dapat mengganggu sistem endokrin dan berpotensi memengaruhi kesehatan reproduksi, khususnya ovarium sebagai organ reproduksi betina yang sensitif terhadap perubahan hormonal. Tujuan. Mengetahui pengaruh toksisitas ftalat terhadap perubahan makroanatomi dan mikroanatomi ovarium tikus putih (Rattus norvegicus). Metode. Rancangan eksperimental dengan metode completely randomized design (CRD). Sebanyak 20 ekor tikus putih betina dibagi ke dalam lima kelompok, yaitu kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan dengan dosis ftalat yang berbeda. Paparan dilakukan selama periode perlakuan, kemudian ovarium diambil untuk pengamatan makroanatomi dan pemeriksaan mikroanatomi menggunakan pewarnaan Hematoxylin-Eosin (H&E). Penilaian mikroanatomi dilakukan secara kuantitatif menggunakan pengukuran sel teka dan granulosa. Data mikroanatomi dianalisis menggunakan uji non-parametrik Kruskal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney U. Hasil. Paparan ftalat menyebabkan perubahan makroanatomi ovarium berupa variasi berat, panjang, dan lebar ovarium. Namun, perubahan tidak berbeda signifikan secara statistik (p>0,05). Sebaliknya, pemeriksaan mikroanatomi ovarium menunjukkan adanya perubahan mikroanatomi yang bermakna, berupa penurunan ketebalan lapisan sel granulosa dan sel teka, peningkatan disorganisasi sel, serta tanda degenerasi folikel pada kelompok dosis sedang hingga dosis tinggi. Analisis statistik menggunakan uji Kruskal–Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann–Whitney U menunjukkan perbedaan signifikan antar kelompok perlakuan (p < 0,05), dengan pola respons dosis yang tidak selalu linier, di mana pada dosis tertinggi tampak adanya kecenderungan respons adaptif jaringan ovarium.Kesimpulan. Paparan ftalat berpotensi menimbulkan perubahan struktural ovarium tikus putih yang menunjukkan hubungan dosis dengan tingkat keparahan kerusakan, meskipun tidak selalu bersifat linier. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian terhadap paparan mikroplastik dan ftalat sebagai faktor risiko lingkungan terhadap sistem reproduksi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: mikroplastik, ftalat, ovarium, mikroanatomi, Rattus norvegicus
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:19
Last Modified: 20 Aug 2026 03:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57063

Actions (login required)

View Item
View Item