Analisis Aktivitas Antibakteri Dari Formulasi Salep Ekstrak Rambut Jagung (Zea mays L.) Terhadap Bakteri Gram-Positif dan Gram-Negatif=Analysis Of The Antibacterial Activity Of Corn Silk (Zea mays L.) Extract Ointment Formulation Against Gram-Positive and Gram-Negative Bacteria


GEMILANG, HANIF SEMAR (2026) Analisis Aktivitas Antibakteri Dari Formulasi Salep Ekstrak Rambut Jagung (Zea mays L.) Terhadap Bakteri Gram-Positif dan Gram-Negatif=Analysis Of The Antibacterial Activity Of Corn Silk (Zea mays L.) Extract Ointment Formulation Against Gram-Positive and Gram-Negative Bacteria. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221047-auJ6kOUgnYcfmV2T-20260227114513.jpg

Download (449kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221047-1-2.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221047-dp.pdf

Download (32kB)
[thumbnail of FULL  TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221047-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Infeksi bakteri masih menjadi salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas di seluruh dunia, sementara penggunaan antibiotik yang berlebihan telah memicu resistensi antimikroba yang mengancam efektivitas terapi konvensional. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berbahan alami seperti rambut jagung (Zea mays L.) yang diketahui mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, tanin, dan steroid dengan potensi antibakteri. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktivitas antibakteri formulasi salep ekstrak rambut jagung terhadap bakteri gram-positif dan gram-negatif serta menentukan konsentrasi optimal yang paling efektif. Metode. Metode penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium dengan uji in vitro, diawali ekstraksi rambut jagung melalui maserasi etanol 70% dan uji fitokimia, kemudian diformulasikan menjadi salep dengan konsentrasi 5%, 7%, dan 9%, serta kontrol negatif (tanpa perlakuan) dan kontrol positif (salep Neomycin sulfate). Uji sifat fisik meliputi organoleptik, homogenitas, daya sebar, daya lekat, dan pH, sedangkan aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi agar terhadap bakteri -positif dan gram-negatif (ATCC 25923) melalui pengukuran zona hambat. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA untuk mengetahui perbedaan signifikan antarperlakuan. Hasil. Hasil uji menunjukkan bahwa salep dengan konsentrasi 7% memiliki zona hambat terbesar dibandingkan konsentrasi lain dan kontrol positif Salep Neomycin sulfate. Kesimpulan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa salep rambut jagung berpotensi menjadi alternatif pengobatan infeksi kulit akibat bakteri, terutama pada konsentrasi 7%, sehingga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada antibiotik sintetis dan mengatasi masalah resistensi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: antibiotik; bakteri; rambut jagung; salep; staphylococcus sp.
Subjects: R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 20 Aug 2026 03:16
Last Modified: 20 Aug 2026 03:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57061

Actions (login required)

View Item
View Item