Identifikasi dan Prevalensi Protozoa Gastrointestinal Pada Kambing (Capra sp.) di Peternakan Kambing, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin=Identification and Prevalence of Gastrointestinal Tract Protozoa in Goats (Capra sp.) At Goat Farm, Faculty of Animal Science, Hasanuddin University


MUANZIR, RIFQI FAUZAN (2026) Identifikasi dan Prevalensi Protozoa Gastrointestinal Pada Kambing (Capra sp.) di Peternakan Kambing, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin=Identification and Prevalence of Gastrointestinal Tract Protozoa in Goats (Capra sp.) At Goat Farm, Faculty of Animal Science, Hasanuddin University. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221022-FPlofmnpNLrSEtuH-20260314153343.jpg

Download (151kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221022-1-2.pdf

Download (812kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221022-dp.pdf

Download (302kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C031221022-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2028.

Download (10MB)

Abstract (Abstrak)

RIFQI FAUZAN MUANZIR. Identifikasi dan Prevalensi Protozoa Saluran Gastrointestinal Pada Kambing (Capra sp.) di Peternakan Kambing, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin (dibimbing oleh Zainal Abidin Kholilullah) Latar belakang. Infeksi protozoa saluran gastrointestinal pada kambing merupakan masalah kesehatan yang dapat menurunkan performa dan produktivitas ternak, terutama pada sistem pemeliharaan intensif di wilayah tropis. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis serta menentukan prevalensi protozoa gastrointestinal pada kambing (Capra sp.) di Peternakan Kambing, Fakultas Peternakan, Universitas Hasanuddin. Metode. Penelitian dilakukan secara deskriptif eksploratif dengan pendekatan laboratorium terhadap 38 ekor kambing yang diperiksa secara total sampling, menggunakan pemeriksaan feses metode natif, sedimentasi, dan apung. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kambing yang diperiksa (100%) positif terinfeksi protozoa gastrointestinal pada minimal satu metode pemeriksaan. Metode apung menunjukkan tingkat sensitivitas tertinggi dengan hasil positif pada seluruh sampel, sedangkan metode natif dan sedimentasi hanya mendeteksi sebagian kecil sampel. Identifikasi protozoa menunjukkan bahwa satu-satunya protozoa yang ditemukan adalah Eimeria spp., sementara Giardia duodenalis, Cryptosporidium parvum, Balantidium coli, Entamoeba spp., dan Blastocystis spp. tidak terdeteksi. Kesimpulan. Prevalensi infeksi protozoa gastrointestinal pada kambing di lokasi penelitian tergolong sangat tinggi dan didominasi oleh Eimeria spp., sehingga diperlukan upaya pengendalian parasit yang terarah dan berkelanjutan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Eimeria; idenfikasi; kambing; koksidiosis
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Aug 2026 07:38
Last Modified: 19 Aug 2026 07:38
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57023

Actions (login required)

View Item
View Item