Strategi Pengembangan Wisata Mangrove Desa Buriko, Tellesang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) = Mangrove Tourism Development Strategy in Buriko Village, Tellesang, Pitumpanua District, Wajo Regency Using The Anaytical Hierarchy Process (AHP) Method


WARANI, WARANI (2026) Strategi Pengembangan Wisata Mangrove Desa Buriko, Tellesang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) = Mangrove Tourism Development Strategy in Buriko Village, Tellesang, Pitumpanua District, Wajo Regency Using The Anaytical Hierarchy Process (AHP) Method. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
M011221107-9mU4xZYXh3tLsvpo-20260421101428.jpeg

Download (133kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011221107-1-2.pdf

Download (603kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011221107-dp.pdf

Download (444kB)
[thumbnail of fulltext] Text (fulltext)
M011221107-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 April 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Desa Buriko, Tellesang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo memiliki potensi ekowisata yang sangat besar namun belum memiliki strategi pengembangan yang berbasis prioritas untuk menjadi acuan dalam pengembangan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas faktor serta merumuskan strategi pengembangan wisata mangrove di Desa Buriko dengan menggunakan metode AHP. Metode. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner dan studi literatur, responden terdiri dari masyarakat, pengelola wisata, akademisi dan instansi kehutanan yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor prioritas dalam pengembangan wisata mangrove secara berurut adalah daya tarik (0,33), aksesibilitas (0,25), infrastruktur (0,22) dan promosi (0,20). Nilai consistency ratio (CR) sebesar <0,1 menunjukkan bahwa penelitian ini konsisten dan dapat diterima. Berdasarkan AHP diperoleh tiga strategi utama pengembangan mangrove yaitu menjaga dan mengoptimalkan keindahan alam sebagai daya tarik utama dengan prioritas tertinggi sebesar 0,44. Meningkatkan edukasi dan pelatihan kepada masyarakat dengan nilai 0,33 dan pengembangan fasilitas umum untuk menunjang kenyamanan wisatawan dengan nilai 0,25. Kesimpulan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam pengelolaan dan pengembangan wisata mangrove yang berkelanjutan di Desa Buriko serta meningkatkan peran masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata berbasis konservasi.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Ekowisata mangrove, strategi prioritas AHP, pengembangan wisata, Desa Buriko
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:29
Last Modified: 19 Aug 2026 05:29
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57008

Actions (login required)

View Item
View Item