Analisis Pembagian Kerja Petani Budidaya Ulat Sutera di Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sumange Tea Lara Desa Bulumparee, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone =Analysis Of The Division Of Labor Of Silkworm Farmers Cultivating In The Sumange Tea Lara Community Forest (HKm) Area, Bulumparee Village, Awangpone District, Bone Regency


MAS INTAN, MAS INTAN (2026) Analisis Pembagian Kerja Petani Budidaya Ulat Sutera di Areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sumange Tea Lara Desa Bulumparee, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone =Analysis Of The Division Of Labor Of Silkworm Farmers Cultivating In The Sumange Tea Lara Community Forest (HKm) Area, Bulumparee Village, Awangpone District, Bone Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
M011221054-XxbKAoGDZawNvSH4-20260421095539.jpeg

Download (114kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
M011221054-1-2.pdf

Download (333kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
M011221054-dp.pdf

Download (261kB)
[thumbnail of TEXT] Text (TEXT)
M011221054-TEXT.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 April 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Hutan kemasyarakatan (HKm) memberikan akses legal bagi masyarakat untuk mengelola hutan secara partisipatif dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan. Dalam konteks budidaya ulat sutera, melibatkan suami dan istri dalam rumah tangga, sehingga menimbulkan dinamika pembagian kerja berbasis gender. Tujuan. Penelitian ini mendeskripsikan pola aktivitas dan menganalisis pembagian kerja rumah tangga petani budidaya ulat sutera di areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) Sumange Tea Lara Desa Bulumparee, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Metode. Metode. Penelitian ini dilakukan bulan september-oktober 2025 di areal HKm Sumange Tea Lara, Desa Bulumparee. Pengumpulan data dengan menggunakan tiga teknik utama yang terdiri dari wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi literatur. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Hasil. Aktivitas produktif seperti pengambilan daun murbei, pembersihan lahan, pemupukan, pengangkutan bahan, dan pemasaran didominasi oleh laki-laki, sementara pemberian pakan dan pekerjaan domestik didominasi perempuan. Perempuan juga ikut berperan dalam aktivitas produktif, sehingga beban kerja lebih tinggi karena kontribusinya langsung mendukung keberlangsungan ekonomi keluarga. Durasi intensitas kerja menjadi faktor penentu alokasi tenaga kerja. Kesimpulan. Pembagian kerja mencerminkan konstruksi sosial berbasis gender, dengan perempuan memikul beban domestik dan produktif sekaligus, berkontribusi nyata pada ekonomi keluarga. Penelitian menekankan pentingnya peran gender dalam pengelolaan HKm untuk mendukung keberlanjutan usaha dan kesejahteraan keluarga.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Hutan Kemasyarakatan (HKm), Pembagian Kerja, Etnografi, Budidaya Ulat Sutera, Rumah Tangga
Subjects: S Agriculture > SD Forestry
Divisions (Program Studi): Fakultas Kehutanan > Kehutanan
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 19 Aug 2026 05:18
Last Modified: 19 Aug 2026 05:18
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57003

Actions (login required)

View Item
View Item