Tanggung Jawab Institusi Kepolisian Dalam Menangani Agresivitas Geng Remaja Pelaku Pembusuran di Kota Makassar = Responsibility of Police Institutional in Handling the Aggressiveness of Teenage Gangs Arrow Attacks Perpetrator in Makassar City


SAGIRA, ANDI (2026) Tanggung Jawab Institusi Kepolisian Dalam Menangani Agresivitas Geng Remaja Pelaku Pembusuran di Kota Makassar = Responsibility of Police Institutional in Handling the Aggressiveness of Teenage Gangs Arrow Attacks Perpetrator in Makassar City. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B011221218-x5yFiCr8mKQalEnc-20260223151422.jpg

Download (368kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B011221218-1-2.pdf

Download (849kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B011221218-dp.pdf

Download (595kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B011221218-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 30 July 2028.

Download (5MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Kota Makassar sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Selatan mengalami peningkatan kriminalitas, khususnya maraknya aksi pembusuran oleh geng remaja. Dalam kondisi ini, kepolisian memegang peran utama dalam menjaga keamanan, mencegah kejahatan, dan menegakkan supremasi hukum. Tujuan: Riset ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh lingkungan sosial, mengetahui strategi kepolisian dalam menangani kasus pembusuran serta menemukan model penanganan aksi pembusuran geng remaja melalui pendekatan Hygiene Criminal yang Sustainable. Metode: Riset ini menggunakan metode kualitatif interaktif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan dua teknik utama, yaitu observasi lapangan dan wawancara mendalam serta studi kepustakaan. Hasil: Riset menunjukkan bahwa: (1) Lingkungan sosial yang memengaruhi remaja melakukan pembusuran, yaitu lingkungan teman sebaya; lingkungan keluarga yang cenderung tidak tegas terhadap perilaku remaja; dan lingkungan masyarakat yang kurang responsif terhadap pergaulan negatif. (2) Strategi kepolisian dalam menangani fenomena pembusuran di Kota Makassar selama ini cenderung berfokus pada penegakan hukum namun tidak diimbangi dengan langkah-langkah pencegahan dan penyelesaian sosial yang menyentuh akar permasalahan. (3) Riset ini menawarkan solusi berupa penerapan konsep Hygiene Criminal melalui tiga upaya mekanisme solusi, yaitu upaya pre-emtif; upaya preventif; dan upaya rehabilitatif. Kesimpulan: Secara keseluruhan model hygiene criminal akan di integrasikan dengan Pemolisian Masyarakat (Community Policing) agar menjadi kerangka strategis yang memugkinkan kepolisin tidak hanya bertindak sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam menjaga keamanan sosial.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Pembusuran, Community Policing, Geng Remaja, Hygiene Criminal
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 19 Aug 2026 02:16
Last Modified: 19 Aug 2026 02:16
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/57000

Actions (login required)

View Item
View Item