Gambaran Histopatologi Kulit Mencit (Mus musculus) yang Diberi Powder Kombinasi Sugar Dressing dan Daun Cocor Bebek = Histopathological Features of Mouse Skin (Mus musculus) Treated with a Powder Combination of Sugar Dressing and Cocor Bebek Leaves


MAULIDA, MEISYA AGNI VARSHA (2026) Gambaran Histopatologi Kulit Mencit (Mus musculus) yang Diberi Powder Kombinasi Sugar Dressing dan Daun Cocor Bebek = Histopathological Features of Mouse Skin (Mus musculus) Treated with a Powder Combination of Sugar Dressing and Cocor Bebek Leaves. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C031221007-7YydlGDCSan2u1wH-20260310085953.jpg

Download (77kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C031221007-1-2.pdf

Download (253kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C031221007-dp.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of FULL TEXT] Text (FULL TEXT)
C031221007-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Luka laserasi merupakan salah satu jenis luka yang sering terjadi dan memerlukan penanganan yang tepat untuk mempercepat proses penyembuhan serta mencegah komplikasi. Salah satu alternatif terapi luka yang dinilai lebih steril adalah penggunaan sediaan berbentuk powder berbahan alami, seperti sugar dressing dan daun cocor bebek, yang diketahui memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi sugar dressing dan daun cocor bebek serta menentukan komposisi yang paling efektif dalam mempercepat penyembuhan luka laserasi berdasarkan gambaran histopatologi kulit mencit. Metode. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental in vivo dengan 24 ekor mencit (Mus musculus) yang dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol negatif (tanpa perlakuan), kontrol positif (sugar dressing), pemberian simplisia daun cocor bebek, serta tiga kelompok perlakuan kombinasi sugar dressing dan daun cocor bebek dengan perbandingan 1:3, 1:1, dan 3:1. Pengamatan histopatologi dilakukan pada hari ke-7 dan hari ke-14 menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin (HE) dengan parameter epitelisasi, neovaskularisasi, jumlah jaringan granulasi, sel inflamasi, dan ulkus. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian simplisia daun cocor bebek memberikan proses penyembuhan luka terbaik. Pada kelompok kombinasi, perbandingan 1:3 menunjukkan efektivitas paling optimal dibandingkan kombinasi lainnya. Disimpulkan bahwa powder kombinasi sugar dressing dan daun cocor bebek berpengaruh terhadap penyembuhan luka laserasi, dengan komposisi 1:3 sebagai kombinasi terbaik. Kesimpulan. Dapat disimpulkan bahwa pemberian powder kombinasi sugar dressing dan daun cocor bebek berpengaruh terhadap penyembuhan luka laserasi pada mencit berdasarkan gambaran histopatologi kulit, dengan komposisi 1:3 sebagai kombinasi terbaik, meskipun pemberian simplisia daun cocor bebek secara tunggal menunjukkan efektivitas paling optimal.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: daun cocor bebek; sugar dressing; histopatologi
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 19 Aug 2026 00:40
Last Modified: 19 Aug 2026 00:40
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56989

Actions (login required)

View Item
View Item