Penanganan Closed Fracture Comminuted Metatarsal dengan Intramedullary Pin pada Black Buck (Antilope cervicapra) di The Grand Taman Safari Prigen, Jawa Timur=Management of a Closed Comminuted Metatarsal Fracture using an Intramedullary Pin in a Black Buck (Antilope cervicapra) at The Grand Taman Safari Prigen, East Java.


DHARA, M. HASBULLAH (2026) Penanganan Closed Fracture Comminuted Metatarsal dengan Intramedullary Pin pada Black Buck (Antilope cervicapra) di The Grand Taman Safari Prigen, Jawa Timur=Management of a Closed Comminuted Metatarsal Fracture using an Intramedullary Pin in a Black Buck (Antilope cervicapra) at The Grand Taman Safari Prigen, East Java. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C024241034-A9uFiWhxVeBJ0bgE-20260309162942.jpg

Download (259kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C024241034-1-2.pdf

Download (663kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C024241034-dp.pdf

Download (537kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C024241034-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Seekor satwa Black buck (Antilope cervicapra) jantan bernama Upin, berusia 5 tahun dengan berat badan 30 kg, dilaporkan mengalami kepincangan tumpu pada kaki kiri belakang. Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan adanya peradangan pada area metatarsal, yang kemudian dikonfirmasi melalui pemeriksaan X-ray sebagai fraktur proksimal metatarsal tipe kominutif (comminuted fracture). Penanganan dilakukan melalui tindakan pembedahan menggunakan fiksasi internal pin intramedullar yang didukung oleh plat eksternal dan pembalutan (bandage) untuk menjaga stabilitas fragmen tulang. Selama 13 hari masa terapi, pasien diberikan manajemen medis multimodal mencakup anestesi berulang, antibiotik spektrum luas, analgesik, serta suplemen regeneratif seperti ekstrak Channa dan kalsium. Meskipun pemeriksaan kimia darah menunjukkan kenaikan ALT dan penurunan kreatinin akibat beban metabolisme obat dan imobilisasi, kondisi sistemik pasien tetap stabil. Penanganan agresif terhadap nekrosis pada luka insisi melalui debridemen rutin terbukti efektif merangsang jaringan granulasi. Kesuksesan kasus ini menunjukkan bahwa kombinasi fiksasi mekanis yang kuat dan dukungan medikasi yang komprehensif sangat esensial dalam manajemen fraktur kompleks pada antelop.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Black buck, Fraktur Kominutif, Metatarsal, Pin Intramedullar
Subjects: S Agriculture > SF Animal culture
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Pendidikan Dokter Hewan
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 18 Aug 2026 02:07
Last Modified: 18 Aug 2026 02:07
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56949

Actions (login required)

View Item
View Item