NURNATALINA, NURNATALINA (2026) TINJAUAN YURIDIS TERHADAP TINDAK PIDANA PENIPUAN SECARA ONLINE DENGAN MODUS HADIAH MELALUI APLIKASI ILEGAL (STUDI PUTUSAN NOMOR 493/PID.SUS/2025/PN MKS) = LEGAL REVIEW OF ONLINE FRAUD CRIMES USING PRIZE SCHEMES THROUGH ILLEGAL APPLICATIONS (STUDY OF DECISION NUMBER 493/PID.SUS/2025/PN MKS). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.
B011221072-5CIa2eDoprVPtwZF-20260311114652.jpeg
Download (71kB)
B011221072-1-2.pdf
Download (447kB)
B011221072-dp.pdf
Download (163kB)
B011221072-full.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
NURNATALINA (B011221072) JUDUL PENELITIAN Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Penipuan Secara Online Dengan Modus Hadiah Melalui Aplikasi Ilegal (Studi Putusan 493/Pid.Sus/2025/PN MKS). Dibimbing oleh M. Said Karim Sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Seiring dengan berkembangnya teknologi, permasalahan mengenai tindak pidana penipuan secara online semakin banyak terjadi, dengan modus yang beragam dan menimbulkan kerugian materiel bagi korban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis kualifikasi tindak pidana penipuan secara online dengan modus hadiah melalui aplikasi ilegal, serta memahami penerapan hukum pidana dalam Putusan Nomor 493/Pid.Sus/2025/PN.MKS. Metode: Penelitian ini menggunakan tipe penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus, serta dianalisis secara preskriptif. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kualifikasi tindak pidana penipuan secara online dengan modus hadiah melalui aplikasi ilegal telah memenuhi unsur Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) UU 1/2024 ITE dan Unsur turut serta melakukan pada Pasal 55 ayat (1) Ke-1 KUHP telah terpenuhi; (2) Penerapan hukum pidana dalam tindak pidana penipuan secara online dengan modus hadiah melalui aplikasi ilegal dalam Studi Putusan Nomor 493/Pid.Sus/2025/PN.MKS kurang tepat. Pemberian denda terlalu ringan dan tidak memperhatikan aspek ekonomis korban. Seharusnya unsur ganti kerugian atau restitusi dapat dipertimbangkan oleh Penuntut Umum dan Majelis Hakim sesuai pada sanksi denda pada Pasal 28 ayat (1) jo Pasal 45A ayat (1) UU 1/2024. Kesimpulan: Pemberian hukuman perlu dipertimbangkan bersama ganti kerugian korban agar rasa keadilan korban terpenuhi dan memberikan efek jera terhadap terdakwa, serta mencegah kasus-kasus serupa di Indonesia.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penipuan Secara Online; Hadiah; Aplikasi Ilegal |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Depositing User: | - Andi Anna |
| Date Deposited: | 13 Aug 2026 02:35 |
| Last Modified: | 13 Aug 2026 02:35 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56926 |
