The Art of Compromise Resolusi Konflik Pencemaran Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan di Kabupaten Luwu Timur = The Art of Compromise: Resolving Environmental Pollution Conflicts Caused by Mining Activities in East Luwu Regency.


HENDRIAWAN, HENDRIAWAN (2026) The Art of Compromise Resolusi Konflik Pencemaran Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan di Kabupaten Luwu Timur = The Art of Compromise: Resolving Environmental Pollution Conflicts Caused by Mining Activities in East Luwu Regency. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B011221025-Zm9AqJ4UzceoVTXv-20260302095130.jpg

Download (306kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B011221025-1-2.pdf

Download (190kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B011221025-dp.pdf

Download (110kB)
[thumbnail of Full teks] Text (Full teks)
B011221025-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 February 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK HENDRIAWAN (B011221025). The Art of Compromise: Resolusi Konflik Pencemaran Lingkungan Akibat Aktivitas Pertambangan di Kabupaten Luwu Timur. Dibimbing oleh Andi Tenri Famauri Rifai, sebagai pembimbing. Latar Belakang: Aktivitas pertambangan nikel PT. CLM yang menimbulkan pencemaran perairan dan berimplikasi pada kerusakan lingkungan memberikan kerugian bagi nelayan di Desa Pasi Pasi dan Desa Harapan. Riset ini berlokasi di Desa Pasi-Pasi dan Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur. Tujuan: Riset ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menghambat penyelesaian konflik antara masyarakat Desa Pasi-Pasi dan Harapan dengan Pihak PT. CLM. Selain itu, riset ini juga bertujuan untuk memberikan solusi terkait konflik yang terjadi dengan menawarkan metode The Art of Compromise dalam bentuk mediasi dengan menghadirkan mediator yang berkompeten dalam bidangnya. Metode: Riset ini merupakan riset mix method yang menggabungkan antara pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pada pengumpulan data kuantitatif menerapkan teknik survei kuesioner demi menjawab rumusan masalah pertama. Sedangkan dalam pengumpulan data kualitatif menerapkan wawancara mendalam dan Focus Group Discussion untuk menjawab rumusan masalah kedua. Hasil: a.Kerusakan lingkungan tidak hanya menimbulkan dampak ekologis, tetapi juga memperpanjang konflik antara masyarakat dan perusahaan melalui ketimpangan sosial, menurunnya kepercayaan publik, serta kompensasi yang tidak merata. Lemahnya keterlibatan pemerintah daerah dan adanya konflik kepentingan di internal masyarakat turut menghambat penyelesaian konflik dan memperburuk hubungan antar pihak. b. Konflik masyarakat dan perusahaan tidak hanya dipicu kerugian ekonomi, tetapi juga pelanggaran hukum lingkungan, seperti izin limbah B3 yang tidak lengkap, AMDAL yang tidak sesuai, serta pencemaran ekosistem. UU Nomor 32 Tahun 2009 membuka ruang penyelesaian nonlitigasi melalui pendekatan The Art of Compromise sebagai solusi bersama. Kesimpulan: Kerusakan lingkungan dan pelanggaran hukum pertambangan memperparah konflik masyarakat dan perusahaan, sehingga penyelesaian nonlitigasi melalui pendekatan kompromi menjadi alternatif penting untuk memulihkan kepercayaan dan mencapai win-win solution. Kata-kata kunci: konflik, mediasi, tambang, The Art of Compromise, win-win solution

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Konflik, Mediasi, Tambang, The Art of Compromise, Win-win Solution
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 12 Aug 2026 07:22
Last Modified: 12 Aug 2026 07:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56904

Actions (login required)

View Item
View Item