Ketaatan atau Keterpaksaan: Eksplorasi Family Functioning dan Pemaknaan Filial Piety pada Dewasa Awal=Obedience or Obligation: Exploring Family Functioning and the Meaning of Filial Piety in Emerging Adulthood Obedience or Obligation: Exploring Family Functioning and the Meaning of Filial Piety in Emerging Adulthood


DHIYA, NAZHIFAH (2026) Ketaatan atau Keterpaksaan: Eksplorasi Family Functioning dan Pemaknaan Filial Piety pada Dewasa Awal=Obedience or Obligation: Exploring Family Functioning and the Meaning of Filial Piety in Emerging Adulthood Obedience or Obligation: Exploring Family Functioning and the Meaning of Filial Piety in Emerging Adulthood. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C021221027-chqMFiy0aELetKum-20260313171553.png

Download (1MB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C021221027-1-2.pdf

Download (350kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C021221027-dp.pdf

Download (546kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C021221027-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 12 March 2028.

Download (11MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Filial piety merupakan nilai penting dalam relasi keluarga di Indonesia, khususnya pada fase dewasa awal yang ditandai oleh transisi peran, tuntutan kemandirian, dan tanggung jawab terhadap orang tua. Perubahan konteks sosial dan perkembangan individu membuat praktik keberbaktian tidak lagi bersifat normatif semata, melainkan dimaknai secara lebih reflektif dan personal. Namun, kajian yang menggali pemaknaan filial piety serta dampaknya terhadap keberfungsian keluarga dari sudut pandang anak dewasa awal masih terbatas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pemaknaan filial piety pada dewasa awal serta mengidentifikasi dampak penerapannya terhadap enam dimensi keberfungsian keluarga, yaitu problem solving, communication, roles, affective responsiveness, affective involvement, dan behavior control. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis deskriptif. Partisipan terdiri dari enam dewasa awal yang dipilih menggunakan teknik judgement sampling. Data dikumpulkan melalui screening menggunakan Dual Filial Piety Scale dan wawancara mendalam, serta data dianalisis menggunakan Descriptive phenomenological analysis (DPA) untuk menangkap esensi pengalaman hidup partisipan. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filial piety dimaknai sebagai komitmen hidup yang terinternalisasi secara emosional, spiritual, dan reflektif. Penerapan nilai ini berdampak pada pola pemecahan masalah yang non-konfrontatif, komunikasi yang selektif, pembagian peran yang fleksibel, pengelolaan emosi yang terkontrol, keterlibatan emosional yang bermakna, serta kontrol perilaku berbasis kesadaran moral dan nilai agama. Kesimpulan. Filial piety pada dewasa awal berfungsi sebagai nilai pengatur relasi yang adaptif dalam menjaga keberfungsian keluarga. Nilai ini tidak hanya mempertahankan keharmonisan keluarga, tetapi juga membentuk strategi relasional yang sesuai dengan konteks perkembangan dan budaya keluarga Indonesia.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Nilai keluarga; Relasi orang tua-anak; Pengalaman subjektif
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BF Psychology
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Psikologi
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:22
Last Modified: 12 Aug 2026 03:22
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56887

Actions (login required)

View Item
View Item