Analisis yuridis urgensi penerapan double track system dalam pemidanaan penyalahgunaan narkotika (Studi Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks). = Juridical Analysis on the Urgency of Implementing the Double Track System in the Sentencing of Narcotics Abuse (A Study of Court Decision Number 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks).


ARKAN, AHMAD (2026) Analisis yuridis urgensi penerapan double track system dalam pemidanaan penyalahgunaan narkotika (Studi Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks). = Juridical Analysis on the Urgency of Implementing the Double Track System in the Sentencing of Narcotics Abuse (A Study of Court Decision Number 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
B011211189-jx3SNcPLaU6KOnkV-20260303151204.jpg

Download (392kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
B011211189-1-2.pdf

Download (450kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
B011211189-dp.pdf

Download (325kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
B011211189-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Ahmad Arkan (B011211189). Analisis yuridis urgensi penerapan double track system dalam pemidanaan penyalahgunaan narkotika (Studi Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks). Dibimbing oleh Ismail Iskandar sebagai Pembimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tujuan pemidanaan yang diatur dalam double track system terkait penyalahgunaan narkotika dan juga untuk mengkaji urgensi penerapan sanksi pidana dan sanksi tindakan dalam Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan yuridis berdasarkan teori pemidanaan, teori keadilan restoratif, serta asas-asas hukum pidana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pemidanaan dengan menggunakan double track system dalam konteks penyalahgunaan narkotika seharusnya mengedepankan aspek pemulihan dan keadilan manusiawi; dan penerapan sistem tersebut dalam Putusan Nomor 1301/Pid.Sus/2023/PN Mks belum maksimal, karena terdakwa pengguna ringan tetap dijatuhi pidana penjara tanpa pertimbangan rehabilitasi, sehingga tidak mencerminkan prinsip keadilan restoratif maupun perlindungan HAM secara utuh.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: double track system, tindak pidana, penyalahgunaan narkotika
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 12 Aug 2026 03:21
Last Modified: 12 Aug 2026 03:21
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56886

Actions (login required)

View Item
View Item