DWIYUNARTI, SAFRINA (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR RISIKO KOLELITIASIS PADA DEWASA MUDA=ANALYSIS OF RISK FACTORS FOR CHOLELITIASIS IN YOUNG ADULTS. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C015212016-7tjTc8ErQpsfZBV1-20260310110915.jpg
Download (167kB)
C015212016-1-2.pdf
Download (300kB)
C015212016-dp.pdf
Download (152kB)
C015212016-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Kolelitiasis secara tradisional dianggap sebagai penyakit pada usia lanjut; namun, insidensinya pada dewasa muda semakin meningkat di berbagai belahan dunia. Sebagian besar penelitian sebelumnya berfokus pada faktor risiko tunggal, padahal bukti yang berkembang menunjukkan bahwa pembentukan batu empedu merupakan proses multifaktorial yang melibatkan akumulasi berbagai faktor risiko dengan kontribusi sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara paparan kumulatif terhadap faktor risiko metabolik dan demografik terpilih dengan kejadian kolelitiasis pada dewasa muda di populasi Asia Tenggara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kasus–kontrol berbasis rumah sakit yang dilakukan pada individu berusia 18–39 tahun di pusat rujukan tersier di Indonesia. Sebanyak 141 partisipan dilibatkan (47 kasus dengan kolelitiasis dan 94 kontrol). Diagnosis kolelitiasis ditegakkan melalui ultrasonografi abdomen atau tomografi terkomputasi (CT scan). Variabel independen meliputi jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), profil lipid, bilirubin total, aktivitas fisik, serta skor beban risiko kumulatif yang disusun berdasarkan keberadaan beberapa faktor risiko secara bersamaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil: Jenis kelamin perempuan (OR tersesuaikan 2,67; IK 95% 1,12–6,35) dan obesitas (OR tersesuaikan 2,81; IK 95% 1,08–7,32) berhubungan secara independen dengan kejadian kolelitiasis. Parameter metabolik individual tidak menunjukkan hubungan bermakna ketika dianalisis secara terpisah. Sebaliknya, partisipan dengan lebih dari empat faktor risiko yang terjadi secara bersamaan memiliki kemungkinan kolelitiasis yang jauh lebih tinggi (OR tersesuaikan 4,50; IK 95% 1,43–14,19). Temuan ini menunjukkan adanya pola akumulasi risiko ketika beberapa faktor risiko dengan kontribusi sedang muncul secara bersamaan, bukan karena adanya ambang biologis tertentu maupun efek sinergistik. Kesimpulan: Kolelitiasis onset usia muda tampaknya berkaitan dengan beban kumulatif dari berbagai faktor risiko dengan kontribusi sedang, bukan oleh satu determinan dominan tunggal. Kuantifikasi beban risiko kumulatif dapat menjadi kerangka eksploratif untuk stratifikasi risiko dini dan upaya pencegahan pada populasi yang sedang mengalami transisi metabolik.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kolelitiasis; dewasa muda; beban risiko kumulatif; obesitas; risiko metabolik. |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:13 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56878 |
