Pengaruh pH Etanol sebagai Pelarut pada Ekstraksi Alga Hijau (Caulerpa racemosa) terhadap Kadar Alkaloid Totalnya = The Effect of Ethanol pH as a Solvent in the Extraction of Green Algae (Caulerpa racemosa) on Total Alkaloid Content


YUNUS, REGITA CAHYANI (2026) Pengaruh pH Etanol sebagai Pelarut pada Ekstraksi Alga Hijau (Caulerpa racemosa) terhadap Kadar Alkaloid Totalnya = The Effect of Ethanol pH as a Solvent in the Extraction of Green Algae (Caulerpa racemosa) on Total Alkaloid Content. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
N011221007-uikRCOfNer6dPgqG-20260305133515.jpg

Download (371kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N011221007-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N011221007-dp.pdf

Download (249kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
N011221007-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 19 February 2028.

Download (2MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Caulerpa racemosa merupakan alga hijau yang mengandung senyawa alkaloid dengan potensi aktivitas farmakologis yakni paling banyak adalah Caulerpin. Proses ekstraksi alkaloid dipengaruhi oleh kondisi pH pelarut, karena pH berperan terhadap stabilitas dan kelarutan senyawa. Etanol merupakan pelarut yang memiliki kemampuan dalam melarutkan alkaloid dalam ekstrak, dengan konsentrasi tertinggi dapat menarik kandungan senyawa dengan baik dan toksisitas rendah. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH pelarut etanol yang sesuai dalam ekstraksi Caulerpa racemosa dapat diperoleh kadar alkaloid total yang optimum. Metode. Simplisia Caulerpa racemosa diekstraksi menggunakan UAE (Ultrasonic Assisted Extraction) atau sonikator dengan pelarut etanol 96% yang dimodifikasi pH 3, 5, 7, 9, dan 11. Identifikasi kualitatif alkaloid dilakukan menggunakan pereaksi Dragendorff dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Penetapan kadar alkaloid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dengan Bromocresol Green (BCG) sebagai indikator dan kuinin sebagai standar. Hasil. Uji kualitatif menunjukkan hasil positif alkaloid pada seluruh variasi pH. Analisis KLT memperlihatkan noda berwarna jingga dengan nilai Rf yang berada dalam rentang karakteristik alkaloid. Penetapan kadar alkaloid total menunjukkan bahwa ekstrak dengan pH 7 menghasilkan kadar alkaloid tertinggi dengan nilai rata-rata 4,124%, kadar terendah diperoleh pada pH 9 sebesar 2,264%. Kesimpulan. Variasi pH pelarut etanol berpengaruh terhadap kadar alkaloid total ekstrak Caulerpa racemosa dengan kondisi pH netral memberikan hasil optimum.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Alkaloid; Caulerpa racemosa; pH; Sonikasi; UV-Vis
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 12 Aug 2026 01:43
Last Modified: 12 Aug 2026 01:43
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56872

Actions (login required)

View Item
View Item