UNAWEKLA, JOHUSUA ENTHO (2026) PENGARUH KONSENTRASI POLOXANER 407 DALAM PENGEMBANGAN MISEL POLIMERIK UNTUK ENKAPSULASI DOLUTEGRAVIR = THE EFFECT OF POLOXANER 407 CONCENTRATION IN THE DEVELOPMENT OF POLYMERIC MICELLES FOR DOLUTEGRAVIR ENCAPSULATION. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011221006-f9IPiFyRb6XNTopB-20260305212203.jpg
Download (429kB)
N011221006-1-2.pdf
Download (309kB)
N011221006-dp.pdf
Download (170kB)
N011221006-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 February 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Human immunodeficiency virus (HIV) masih menjadi masalah global dengan 39 juta kasus pada tahun 2023, dan sekitar 31,57% di antaranya terjadi pada wanita hamil. Salah satu jalur penularannya adalah mother to child transmission (MTCT), yaitu penularan HIV dari ibu ke janin selama kehamilan. Dolutegravir (DTG) merupakan terapi antiretroviral lini pertama yang efektif mencegah MTCT, namun sediaan tablet konvensional berpotensi menembus ke janin sehingga dapat menimbulkan efek toksik. Oleh karena itu, riset ini mengembangkan sistem penghantaran micelle polymeric (MP) yang diformulasikan ke dalam thermosensitive in situ vaginal gel (TIVG) untuk menghantarkan DTG ke plasenta tanpa menembus ke janin. Sifat termosensitif gel memungkinkan pembentukan gel pada suhu tubuh sehingga meningkatkan retensi obat, sementara rute intravaginal memanfaatkan mekanisme uterine first-pass effect untuk mengoptimalkan penghantaran DTG ke plasenta tanpa melewati metabolisme lintas pertama di hati. Metode riset dilakukan secara eksperimental, diawali dengan pengembangan formula MP-DTG yang memvariasikan konsentrasi poloxamer 407 untuk memperoleh sistem MP yang stabil. Selain itu, hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) digunakan sebagai bahan pembentuk gel dalam formulasi MP-DTG-TIVG. Selanjutnya, formula terbaik dievaluasi secara fisikokimia dan dianalisis melalui fourier transform infra-red (FTIR), x-ray diffraction (XRD), dan scanning electron microscope (SEM) serta uji pelepasan secara in vitro, uji permeasi secara ex vivo, uji farmakokinetika secara in vivo, uji penghambatan Lactobacillus sp., uji hemolisis, dan uji potensi iritasi. Hasil karakterisasi nanopartikel terbaik ditunjukkan oleh kode MP-DTG 3, dengan ukuran partikel <500 nm, indeks polidispersitas <0,2, efisiensi penjerapan 56,42 ± 1,41%, dan pemuatan obat 26,72 ± 0,05%. Analisis FTIR dan XRD menunjukkan DTG berhasil terenkapsulasi di dalam MP dan visualisasi menggunakan SEM memperlihatkan partikel berbentuk bulat seragam. Uji pelepasan in vitro menunjukkan DTG terlepas sebesar 98,53 ± 6,15% dalam 24 jam. Selanjutnya, hasil karakterisasi formula TIVG terbaik ditunjukkan oleh kode MP-DTG-TIVG 3 dengan pH, viskositas, kekuatan mukoadhesif, daya sebar, dan suhu gelasi yang sesuai untuk sediaan gel vagina dengan profil permeasi sebesar 467,27 ± 25,40 µg/cm3 dalam 24 jam. Profil farmakokinetika menunjukkan konsentrasi DTG pada plasma sebesar 3,580 ± 0,003 µg/cm³, lebih tinggi dibandingkan sediaan oral sebesar 1,5415 ± 0,9116 µg/cm³. Hasil distribusi jaringan menunjukkan konsentrasi DTG di plasenta di atas nilai minimum effect concentration (MEC) dan tidak terdeteksi masuk ke janin. Uji penghambatan Lactobacillus sp. mengonfirmasi formula tidak menghambat flora normal vagina. Uji hemolisis dan potensi iritasi menunjukkan formula aman, dengan persen hemolisis <5% dan tidak menyebabkan iritasi. Keseluruhan hasil mengindikasikan bahwa MP-DTG-TIVG berpotensi dalam mencegah MTCT yang aman bagi janin. Maka dari itu, riset ini dapat menjadi landasan untuk riset berikutnya berupa uji pada hewan yang terinduksi virus HIV.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HIV, MTCT, Dolutegravir, Misel polimerik |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 12 Aug 2026 01:37 |
| Last Modified: | 12 Aug 2026 01:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56870 |
