Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan agonis beta-2 kerja cepat pada pasien asma eksaserbasi akut=FACTORS AFFECTING THE EFFECTIVENESS OF SHORT-ACTING BETA-2 AGONIST IN PATIENTS WITH ACUTE ASTHMA EXACERBATION


AZHAR, FARIS (2026) Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penggunaan agonis beta-2 kerja cepat pada pasien asma eksaserbasi akut=FACTORS AFFECTING THE EFFECTIVENESS OF SHORT-ACTING BETA-2 AGONIST IN PATIENTS WITH ACUTE ASTHMA EXACERBATION. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C015211013-Ij6sA28b4qkWwd5C-20260306144028.jpg

Download (185kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C015211013-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C015211013-dp.pdf

Download (117kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C015211013-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 February 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang dan Tujuan: Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran napas, yang menyebabkan eksaserbasi akut. Pengelolaan yang efektif, termasuk penggunaan agonis β2 jangka pendek (SABA), sangat penting untuk pengendalian gejala. Faktor-faktor seperti kepatuhan terhadap kortikosteroid inhalasi (ICS), tingkat keparahan eksaserbasi, dan infeksi pernapasan dapat memengaruhi efektivitas SABA. Penelitian ini mengeksplorasi prediktor klinis tersebut dalam pengelolaan eksaserbasi asma akut. Metode: Dilakukan studi cross-sectional di Rumah Sakit Umum Wahidin Sudirohusodo dan jaringan pusat pelayanan kesehatan afiliasinya di Makassar, Indonesia, dengan melibatkan 103 pasien asma dewasa. Data demografis, klinis, status pengendalian asma, laju ekspirasi puncak (APE), dan saturasi oksigen (SpO₂) sebelum dan sesudah pemberian SABA dikumpulkan. Kepatuhan ICS, tingkat keparahan eksaserbasi, dan status infeksi pernapasan juga dievaluasi. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan dan uji chi-square. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada SpO₂ (dari 91,2% menjadi 97,0%) dan APE (dari 250,7 L/menit menjadi 331,6 L/menit) setelah pengobatan SABA. Kepatuhan ICS merupakan faktor signifikan yang memengaruhi hasil pengobatan, dengan pasien yang patuh menunjukkan respons lebih baik. Infeksi pernapasan berdampak negatif terhadap resolusi eksaserbasi. Tingkat keparahan eksaserbasi dan obesitas kehilangan signifikansi setelah penyesuaian terhadap kepatuhan ICS dan infeksi. Diskusi: Kepatuhan ICS merupakan faktor utama yang memengaruhi respons SABA. Infeksi pernapasan memperburuk hasil dengan meningkatkan peradangan saluran napas, sehingga mengurangi efikasi bronkodilator. Tingkat keparahan eksaserbasi dan obesitas kurang prediktif setelah penyesuaian terhadap kepatuhan ICS dan status infeksi. Kesimpulan: Optimalisasi kepatuhan ICS dan pengendalian infeksi pernapasan sangat penting untuk meningkatkan efektivitas SABA pada eksaserbasi asma akut. Strategi komprehensif yang menangani faktor-faktor ini akan meningkatkan hasil pengobatan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata Kunci: Eksaserbasi asma, kortikosteroid inhalasi (ICS), respons bronkodilator, kepatuhan obat, infeksi pernapasan
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:25
Last Modified: 11 Aug 2026 06:25
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56860

Actions (login required)

View Item
View Item