Friandini, Rissa Ardita (2026) Pengaruh Variasi Konsentrasi Polivinilpirolidon K-30 Dalam Campuran Polimer Polivinil Alkohol, Kitosan, dan Glutaraldehid Terhadap Karakteristik Hydrogel-Forming Microneedle Serta Pengaruhnya Terhadap Profil Permeasi Albendazol dari Reservoir Polietilen Glikol = Effect of Polyvinylpyrrolidone K-30 Concentration Variation in Polymer Mixtures of Polyvinyl Alcohol, Chitosan, and Glutaraldehyde on the Characteristics of Hydrogel-Forming Microneedle and Its. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011191022-I8sw3QdXlrD1ENVk-20260305065822.jpg
Download (387kB)
N011191022-1-2.pdf
Download (258kB)
N011191022-dp.pdf
Download (193kB)
N011191022-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 February 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Cystic echinococcosis (CE) atau kista hidatid merupakan penyakit zoonosis yang disebabkan oleh larva cacing pita Echinococcus granulosus, yang ditularkan dari hewan ke manusia melalui jalur fekal-oral. Di daerah endemik, penyakit ini mencapai lebih dari 50 per 100.000 orang setiap tahunnya dengan tingkat prevalensi yakni, 5-10%. Albendazol merupakan salah satu upaya pengobatan medis untuk penyakit CE, namun memiliki nilai bioavailabilitas oral yang rendah (5%), cepat mengalami first-pass metabolism di hati, dan sukar larut dalam air sehingga penyerapannya pada saluran gastrointestinal cukup buruk. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi polivinilpirolidon (PVP) K-30 terhadap karakteristik hydrogel-forming microneedles (HFMs) serta pengaruhnya terhadap profil permeasi albendazol dari reservoir polietilen glikol (PEG). Metode. HFMs diformulasikan menggunakan kombinasi polimer polivinilpirolidon (PVP) K-30, polivinil alkohol (PVA), kitosan, dan glutaraldehid. HFMs dibuat dengan 3 formula dengan variasi konsentrasi PVP K-30 yaitu F1 (11%), F2 (12%), dan F3 (13%). HFMs yang dihasilkan kemudian dievaluasi melalui uji swelling, uji kekuatan mekanik dan kemampuan penetrasi, serta uji permeasi. Hasil. Evaluasi kemampuan swelling menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi PVP K-30 menurunkan persentase swelling hydrogel dengan hasil yang tertinggi adalah F1 sebesar 620,27 ± 0,5%. Hasil uji kekuatan mekanik yang diperoleh sejalan dengan kemampuan penetrasi, yaitu peningkatan PVP K-30 meningkatkan kekuatan mekanik dan kemampuan penetrasi HFMs. Hasil uji kekuatan mekanik memperlihatkan bahwa persentase penurunan tinggi jarum dari paling tinggi ke rendah berturut-turut yaitu F1 (10,99%), F2 (5,61%), dan F3 (3,38%). Seluruh formula dapat menembus Parafilm® hingga lapisan ke-3 dengan persentase penetrasi 92% untuk F1, 93% untuk F2, dan 100% untuk F3. Hasil uji permeasi menunjukkan bahwa setelah 8 jam, F1, F2, dan F3 masing-masing terpermeasi sebanyak 1,09 ± 0,00 mg; 0,83 ± 0,00 mg; dan 0,55 ± 0,00 mg. Berdasarkan hasil analisis statistik seluruh pengujian, menunjukkan bahwa F1-F3 berbeda secara signifikan (p<0,01). Kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa F1 dengan konsentrasi PVP K-30 yakni 11%, merupakan formula terbaik untuk albendazol dari reservoir PEG dalam menghantarkan obat.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Polivinilpirolidon (PVP) K-30, Hydrogel-Forming Microneedles (HFMs), Reservoir polietilen glikol (PEG), Albendazol. |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 11 Aug 2026 06:24 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 06:24 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56859 |
