HUBUNGAN NILAI EJEKSI FRAKSI TERHADAP KADAR BLOOD UREA NITROGEN DAN RASIO BLOOD UREA NITROGEN / KREATININ PADA GAGAL JANTUNG AKUT=THE CORRELATION OF EJECTION FRACTION TO BLOOD UREA NITROGEN AND BLOOD UREA NITROGEN/CREATININE RATIO OF ACUTE HEART FAILURE


JAURY, DANIEL FRANCIS (2026) HUBUNGAN NILAI EJEKSI FRAKSI TERHADAP KADAR BLOOD UREA NITROGEN DAN RASIO BLOOD UREA NITROGEN / KREATININ PADA GAGAL JANTUNG AKUT=THE CORRELATION OF EJECTION FRACTION TO BLOOD UREA NITROGEN AND BLOOD UREA NITROGEN/CREATININE RATIO OF ACUTE HEART FAILURE. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C015211002-aXrKDes2mWYqZxoC-20260129111556.jpg

Download (230kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C015211002-1-2.pdf

Download (283kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C015211002-dp.pdf

Download (165kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C015211002-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 January 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Gagal jantung merupakan kondisi dengan mortalitas tinggi yang ditandai oleh penurunan kemampuan jantung memompa darah. Penurunan fraksi ejeksi (EF) dapat memengaruhi perfusi ginjal dan memicu disfungsi ginjal, yang tercermin pada peningkatan kadar BUN serta perubahan rasio BUN/kreatinin. Oleh karena itu, hubungan antara nilai EF dan parameter biokimia tersebut penting untuk mendukung penilaian klinis pada pasien gagal jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara nilai EF dengan kadar BUN dan rasio BUN/kreatinin pada pasien dengan gagal jantung akut. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang yang melibatkan 456 pasien gagal jantung akut di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Indonesia. Nilai EF diperoleh melalui ekokardiografi, sedangkan kadar BUN dan kreatinin diukur melalui pemeriksaan laboratorium. Pasien dikategorikan dalam tiga kelompok berdasarkan nilai EF: HFpEF (EF ≥ 50%), HFmrEF (EF 41–49%), dan HFrEF (EF < 40%). Hasil: Pasien dengan HFrEF menunjukkan rata-rata kadar BUN yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan HFmrEF dan HFpEF (55,08 ± 38,49 mg/dL vs. 50,87 ± 35,31 mg/dL vs. 37,78 ± 21,50 mg/dL; p < 0,001). Pasien HFrEF juga memiliki rata-rata rasio BUN/kreatinin yang lebih tinggi secara signifikan dibanding HFmrEF dan HFpEF (48,94 ± 28,10 mg/dL vs. 45,56 ± 24,63 mg/dL vs. 41,25 ± 22,41 mg/dL; p = 0,04). Kesimpulan: Pasien gagal jantung akut dengan fraksi ejeksi rendah (HFrEF) memiliki kadar BUN dan rasio BUN/kreatinin tertinggi dibanding kelompok HFmrEF dan HFpEF.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Gagal jantung, Blood Urea Nitrogen, Kreatinin
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > PPDS Ilmu Penyakit Dalam
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Aug 2026 02:19
Last Modified: 11 Aug 2026 02:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56856

Actions (login required)

View Item
View Item