PENGARUH EKSTRAK DAUN BAUHINIA PURPUREA TERHADAP SITOTOKSISITAS SERTA EKSPRESI GEN CCND1 DAN CASP3 PADA SEL KANKER PAYUDARA MCF-7=EFFECTS OF BAUHINIA PURPUREA LEAF EXTRACTS ON CYTOTOXICITY AND EXPRESSION OF CCND1 AND CASP3 GENES IN MCF-7 BREAST CANCER CELL.


KOSWARA, TEJA (2026) PENGARUH EKSTRAK DAUN BAUHINIA PURPUREA TERHADAP SITOTOKSISITAS SERTA EKSPRESI GEN CCND1 DAN CASP3 PADA SEL KANKER PAYUDARA MCF-7=EFFECTS OF BAUHINIA PURPUREA LEAF EXTRACTS ON CYTOTOXICITY AND EXPRESSION OF CCND1 AND CASP3 GENES IN MCF-7 BREAST CANCER CELL. Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of COVER] Image (COVER)
C013222003-Op65k19cHUdJSr4Y-20260312114145.jpeg

Download (295kB)
[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
C013222003-1-2.pdf

Download (640kB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
C013222003-dp.pdf

Download (342kB)
[thumbnail of FULL TEKS] Text (FULL TEKS)
C013222003-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 February 2028.

Download (8MB)

Abstract (Abstrak)

Teja Koswara. Pengaruh Ekstrak Daun Bauhinia Purpurea Terhadap Sitotoksisitas Serta Ekspresi Gen CCND1 Dan CASP3 Pada Sel Kanker Payudara MCF-7 (dibimbing oleh Rina Masadah dan Berti Julian Nelwan) Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi antikanker ekstrak daun Bauhinia purpurea serta pengaruhnya terhadap proliferasi dan apoptosis sel kanker payudara MCF-7. Resistensi obat dan efek samping kemoterapi masih menjadi tantangan utama dalam pengobatan kanker payudara, sehingga diperlukan penelitian alternatif berbasis senyawa alami. Studi ini merupakan penelitian eksperimental in vitro menggunakan ekstrak daun dengan pelarut berbeda, yaitu etanol 96%, etil asetat, dan n-heksana, untuk menilai efek sitotoksik serta ekspresi gen CCND1 (Cyclin D1) dan CASP3 (caspase-3). Perlakuan diberikan pada dosis IC25, IC50, dan IC75, dengan doxorubicin sebagai kontrol positif. Ekspresi gen dianalisis melalui pengukuran mRNA menggunakan qRT-PCR dengan GAPDH sebagai gen referensi dan nilai ekspresi relatif dihitung menggunakan metode Livak (ΔΔCt). Skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak daun mengandung senyawa flavonoid, tanin, polifenol, steroid, dan triterpenoid. Hasil uji sitotoksisitas menggunakan metode MTT assay memperlihatkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas sitotoksik sedang (IC50 = 88,54 µg/mL), ekstrak n-heksana bersifat sitotoksik lemah (IC50 = 271,85 µg/mL), dan ekstrak etanol 96% tergolong tidak sitotoksik (IC50 = 979,99 µg/mL). Analisis qRT-PCR menunjukkan bahwa pemberian ketiga ekstrak pada seluruh dosis secara signifikan menurunkan ekspresi mRNA CCND1 (p < 0,05) dengan efek yang sebanding dengan doxorubicin, tetapi tidak menyebabkan perubahan yang bermakna pada ekspresi mRNA CASP3. Temuan ini mengindikasikan bahwa ekstrak daun Bauhinia purpurea memiliki aktivitas sitotoksik yang bervariasi menurut jenis pelarut. Ekstrak juga menunjukkan efek antiproliferatif dengan menekan ekspresi gen CCND1, yang diduga melalui modulasi jalur pensinyalan MAPK/ERK, PI3K/Akt, dan Wnt/β-catenin. Namun, ekstrak tidak secara signifikan mempengaruhi aktivasi jalur apoptosis yang dimediasi oleh caspase-3 pada sel MCF-7. Sel ini diketahui memiliki delesi parsial pada gen CASP3. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi mekanisme molekuler senyawa bioaktif dalam ekstrak dan potensi terapeutiknya sebagai agen antikanker. Kata kunci: Bauhinia purpurea, MCF-7, sitotoksisitas, CCND1, CASP3

Item Type: Thesis (Disertasi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Bauhinia purpurea, MCF-7, sitotoksisitas, CCND1, CASP3
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran
Depositing User: Unnamed user with username pkl2
Date Deposited: 11 Aug 2026 06:19
Last Modified: 11 Aug 2026 06:19
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56850

Actions (login required)

View Item
View Item