BADWI, SALSABIELLA HAFSAH (2025) KARAKTERISTIK BRAIN FOG AKIBAT PENGGUNAAN GADGET PADA MAHASISWA PRE-CLINIC FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HASANUDDIN ANGKATAN 2022-2024=CHARACTERISTICS OF BRAIN FOG DUE TO GADGET USE AMONG PRE-CLINICAL MEDICAL STUDENTS OF HASANUDDIN UNIVERSITY BATCH 2022-2024=CHARACTERISTICS OF BRAIN FOG DUE TO GADGET USE AMONG PRE-CLINICAL MEDICAL STUDENTS OF HASANUDDIN UNIVERSITY BATCH 2022-2024. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221219-ezxEWDdjY3Fv6lbq-20251225100614.png
Download (589kB)
C011221219-1-2.pdf
Download (219kB)
C011221219-dp.pdf
Download (65kB)
C011221219-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 November 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Penggunaan gadget seperti smartphone, laptop, dan tablet telah menjadi bagian penting dalam aktivitas akademik mahasiswa kedokteran. Namun, penggunaan gadget yang berlebihan, terutama pada malam hari, dapat memicu gangguan kognitif berupa brain fog yang ditandai dengan kesulitan berkonsentrasi, penurunan daya ingat, perlambatan proses berpikir, serta kelelahan mental. Faktor lain seperti kualitas tidur yang rendah, stres psikologis, dan gaya hidup turut memperburuk kondisi tersebut. Penelitian mengenai brain fog terkait penggunaan gadget pada mahasiswa kedokteran Universitas Hasanuddin masih terbatas, sehingga diperlukan studi yang menggambarkan fenomena ini secara komprehensif. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross- sectional). Sampel diperoleh melalui metode stratified proportional sampling pada mahasiswa angkatan 2022–2024 dengan jumlah minimal 232 responden berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan secara daring melalui kuesioner skala Likert yang mengukur penggunaan gadget, tingkat brain fog, kualitas tidur, stres psikologis, dan gaya hidup. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji korelasi Spearman, serta uji Kruskal–Wallis untuk menilai perbedaan tingkat brain fog antar angkatan. Hasil Penelitian. Terdapat hubungan bermakna antara penggunaan gadget dan tingkat brain fog (p < 0,05). Tingkat brain fog bervariasi antar responden, namun tidak ditemukan perbedaan signifikan antar angkatan 2022, 2023, dan 2024 (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun peningkatan penggunaan gadget berhubungan dengan peningkatan keluhanbrain fog, faktor angkatan tidak memengaruhi perbedaan tingkat brain fog pada mahasiswa. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan gadget dengan tingkat brain fog. Namun, tidak terdapat perbedaan tingkat brain fog antar angkatan. Faktor tidur, stres, dan gaya hidup tetap berpengaruh dalam memengaruhi kondisi kognitif mahasiswa kedokteran.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Gadget, Brain Fog; Mahasiswa Kedokteran; Kualitas Tidur; Stres Psikologis; Gaya Hidup |
| Subjects: | R Medicine > RC Internal medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 05:35 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 02:03 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56825 |
