AKBAR, ARLITHA DEKA YANA (2026) ANALISIS RISIKO KESEHATAN DAN GANGGUAN PERTUMBUHAN ANAK JALANAN AKIBAT PAPARAN KADMIUM DAN TIMBAL DI DAERAH PADAT TRANSPORTASI KOTA MAKASSAR. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013221047-8s6mv74lAEQaYkjb-20260609094426.jpg
Download (391kB)
K013221047-1-2.pdf
Download (2MB)
K013221047-dp.pdf
Download (674kB)
K013221047-Fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang : Paparan logam berat seperti Kadmium (Cd) dan Timbal (Pb) di wilayah padat transportasi merupakan ancaman serius bagi kesehatan anak jalanan yang sangat rentan terhadap polusi udara. Kedua logam ini bersifat toksik, persisten, dan dapat mengganggu sistem endokrin serta pertumbuhan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko kesehatan non-karsinogenik akibat paparan Cd dan Pb di udara ambien, menilai hubungan antara kadar logam di udara dan darah, serta mengevaluasi pengaruhnya terhadap kadar Insulin-like Growth Factor-1 (IGF-1) sebagai biomarker gangguan pertumbuhan.Metode: Penelitian terdiri dari 4 tahapana 1. Analisis tingkat risiko kesehatan pada anak jalanan akibat ekspose kadmium dan timbal dengan menggunakan perhitungan (RQ),2) Analisis hubungan kadar cadmium dan timbal di udara dengan biomonitoring darah pada anak jalanan di kawasan padat transportasi kota makassar,3) Analisi kadar igf-1 pada anak jalanan yang terpapar kadmium dan timbal di daerah padat transportasi. 4) Simulasi probabilistik dan sensitivitas risiko kesehatan akibat paparan kadmium dan timbal pada anak jalanan, penelitian melibatkan 107 anak jalanan di enam area padat transportasi Kota Makassar. Hasil : konsentrasi Cd 0,0009–0,0092 µg/m³ dan Pb 0,0573–0,3370 µg/m³; HQ Cd <1 dan HQ Pb >1. Kadar Cd darah berkorelasi negatif signifikan dengan IGF-1 (r = –0,421; p<0,01). Simulasi Monte Carlo mengidentifikasi frekuensi pajanan dan laju inhalasi sebagai determinan utama risiko (>15%). Kesimpulan Paparan Cd dan Pb berpotensi mengganggu pertumbuhan anak jalanan. Nilai HQ Cd secara konsisten melebihi ambang aman (HQ ≤ 1), menandakan tidak adanya skenario paparan yang bebas risiko. Sementara itu, HQ Pb menunjukkan probabilitas sekitar 95% berada di atas ambang aman, yang mengindikasikan risiko kesehatan signifikan.Analisis sensitivitas memperlihatkan bahwa risiko Cd lebih dipengaruhi oleh faktor perilaku individu, seperti frekuensi dan lama paparan, sedangkan risiko Pb ditentukan terutama oleh konsentrasi lingkungan
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 07 Aug 2026 06:31 |
| Last Modified: | 07 Aug 2026 06:31 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56807 |
