SINAGA, ERLIKASNA (2026) Distribusi Spasial Kejadian Stunting Pada Balita Dengan Riwayat Pemberian Asi Ekslusif Berbasis Aplikasi Quantum GIS di Kabupaten Wajo = Spatial Distribution of Stunting Among Under-Five Children with a History of Exclusive Breastfeeding Using Quantum GIS in Wajo Regency. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021221052-41ALOj9n3e2miKaC-20260603132727.png
Download (336kB)
K021221052-1-2.pdf
Download (600kB)
K021221052-dp.pdf
Download (299kB)
K021221052-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2028.
Download (4MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Stunting masih menjadi tantangan kesehatan global yang kompleks, terutama di negara berkembang seperti Indonesia, dengan pola distribusi yang tidak merata dan dipengaruhi oleh berbagai faktor multidimensional. Meskipun pemberian ASI eksklusif telah diakui sebagai intervensi gizi utama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan, bukti empiris menunjukkan bahwa Stunting tetap terjadi bahkan pada anak yang telah menerima ASI eksklusif. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan pemahaman terkait hubungan spasial antara praktik pemberian ASI dan kejadian Stunting. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial kejadian Stunting pada balita berdasarkan riwayat pemberian ASI eksklusif menggunakan pendekatan Geographic Information System (GIS) di Kabupaten Wajo. Metode. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan analisis spasial. Sampel sebanyak 107 balita usia 6–59 bulan diperoleh melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri, wawancara, serta data sekunder dari puskesmas, kemudian dianalisis menggunakan Quantum GIS (QGIS) untuk menghasilkan visualisasi peta distribusi Hasil. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi Stunting sebesar 21,14 per 1.000 balita atau setara dengan 2,15% dengan konsentrasi tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Lempa sebesar 67,0 per 1.000 balita atau setara dengan 6,7%. Cakupan ASI eksklusif tercatat sebesar 43,92%, lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak menerima ASI eksklusif sebesar 56,08%. Analisis spasial mengidentifikasi adanya pola pengelompokan (clustering) kasus Stunting pada wilayah tertentu, terutama di Kecamatan Pammana. Menariknya, kasus Stunting juga ditemukan pada balita dengan riwayat ASI eksklusif, yang menunjukkan bahwa hubungan antara keduanya tidak selalu bersifat linier. Kesimpulan. Penelitian ini memberikan kontribusi kebaruan melalui integrasi analisis spasial berbasis GIS dalam memahami distribusi Stunting secara kontekstual, sehingga dapat menjadi dasar dalam penentuan prioritas intervensi berbasis wilayah secara lebih efektif dan terarah.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Stunting, ASI Ekslusif, Analisis Spasial, Geographic Information System, Kesehatan Masyarakat. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 07:34 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 07:34 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56804 |
