Analisis Faktor Risiko Kejadian Dermatosis Akibat Kerja pada Pekerja di PT Semen Bosowa Maros Tahun 2026 = Analysis of Risk Factors for the Occurrence of Occupational Dermatosis among Workers at PT Semen Bosowa Maros in 2026


ISLAM, MUHAMMAD NUR (2026) Analisis Faktor Risiko Kejadian Dermatosis Akibat Kerja pada Pekerja di PT Semen Bosowa Maros Tahun 2026 = Analysis of Risk Factors for the Occurrence of Occupational Dermatosis among Workers at PT Semen Bosowa Maros in 2026. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
K032221001-fmR72H8w6tdcITz9-20260603132252.png

Download (195kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K032221001-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K032221001-dp.pdf

Download (102kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
K032221001-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 May 2028.

Download (4MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Dermatosis akibat kerja merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada pekerja industri dan dapat dipengaruhi oleh paparan bahan iritan, kebersihan diri, serta penggunaan alat pelindung diri (APD). Pekerja di industri semen memiliki risiko tinggi akibat kontak dengan debu semen dan bahaya lain di tempat kerja. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko kejadian dermatosis akibat kerja pada pekerja PT. Semen Bosowa Maros. Metode. Penelitian ini menggunakan desain kasus-kontrol pada 106 pekerja, terdiri dari 53 kasus dengan dermatosis dan 53 kontrol tanpa dermatosis. Kasus dan kontrol dipadankan berdasarkan jenis kelamin, usia (±5 tahun), dan departemen kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dan pemeriksaan klinis kulit. Analisis statistik meliputi uji chi-square, perhitungan odds ratio, dan regresi logistik berganda. Hasil. Beberapa faktor berhubungan signifikan dengan dermatosis akibat kerja, yaitu kebersihan diri yang buruk, penggunaan APD tidak memadai, masa kerja ≥5 tahun, usia ≥40 tahun, jenis kelamin laki-laki, tingkat pendidikan rendah, dan riwayat penyakit kulit. Faktor risiko paling dominan adalah penggunaan APD tidak memadai (OR=16,133; 95% CI : 4,60-56,6; p<0,001) dan kebersihan diri buruk (OR=9,565; 95% CI : 1,63-56,1; p=0,013). Kesimpulan. Dermatosis akibat kerja merupakan kondisi multifaktorial yang sangat dipengaruhi oleh perilaku kerja yang dapat diubah. Upaya pencegahan harus mengutamakan peningkatan kepatuhan penggunaan APD dan praktik kebersihan diri, disertai pemantauan kesehatan berkala bagi pekerja yang berisiko tinggi.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: dermatosis akibat kerja, faktor risiko, kebersihan diri, alat pelindung diri, pekerja industri semen
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Keselamatan Dan Kesehatan Kerja
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Jul 2026 07:23
Last Modified: 30 Jul 2026 07:23
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56803

Actions (login required)

View Item
View Item