Hubungan Emotional Eating dan Konsumsi Ultra Processed Food (UPF) dengan Kejadian Obesitas (IMT Menurut Umur) pada Remaja di SMAN 16 Makassar = The Relationship between Emotional Eating and Ultra Processed Food (UPF) Consumption with the Incidence of Obesity (Body Mass Index for Age) among Adolescents at SMAN 16 Makassar


AULIA, AINIYAH FITRI (2026) Hubungan Emotional Eating dan Konsumsi Ultra Processed Food (UPF) dengan Kejadian Obesitas (IMT Menurut Umur) pada Remaja di SMAN 16 Makassar = The Relationship between Emotional Eating and Ultra Processed Food (UPF) Consumption with the Incidence of Obesity (Body Mass Index for Age) among Adolescents at SMAN 16 Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
K021221054-zMAWeoPJZLdISuUV-20260603112422.jpg

Download (352kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K021221054-1-2.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
K021221054-dp.pdf

Download (118kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
K021221054-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2028.

Download (12MB)

Abstract (Abstrak)

Latar belakang. Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat baik secara global maupun nasional. Perubahan pola makan tidak sehat, seperti meningkatnya konsumsi ultra processed food (UPF) dan perilaku emotional eating, dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi yang berkontribusi terhadap peningkatan berat badan. Remaja yang mengalami tekanan emosional cenderung mengonsumsi makanan tinggi gula, lemak, dan garam yang termasuk kategori UPF sehingga meningkatkan risiko obesitas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan emotional eating dan konsumsi ultra processed food dengan kejadian obesitas pada remaja di SMAN 16 Makassar. Metode. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 270 siswa kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan stratified random sampling. Emotional eating diukur menggunakan kuesioner Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ), konsumsi UPF menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) berbasis NOVA, dan status obesitas berdasarkan pengukuran IMT menurut umur. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil. Sebanyak 30,7% responden mengalami obesitas. Responden dengan emotional eating tinggi sebesar 29,3%, konsumsi UPF tinggi berdasarkan frekuensi sebesar 51,9%, dan berdasarkan jumlah sebesar 31,1%. Terdapat hubungan signifikan antara emotional eating, frekuensi konsumsi UPF, dan jumlah konsumsi UPF dengan kejadian obesitas (p<0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa emotional eating merupakan faktor paling dominan terhadap obesitas (OR=85,115; 95% CI: 21,297–340,170), diikuti konsumsi UPF (OR=18,484; 95% CI: 6,690–51,069). Kesimpulan. Emotional eating dan konsumsi UPF berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMAN 16 Makassar.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Obesitas, Emotional Eating, Ultra Processed Food, Remaja.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 30 Jul 2026 07:15
Last Modified: 30 Jul 2026 07:15
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56800

Actions (login required)

View Item
View Item