ATTHIRAH, SITI ZAHRA (2026) Evaluasi Kuantitatif Penggunaan Obat Golongan Analgesik Berdasarkan Metode ATC/DDD dan DU 90% pada Pasien Rawat Inap Bedah RSPTN Universitas Hasanuddin Periode Juli – September Tahun 2025=Quantitative Evaluation of Analgesic Drug Utilization Based on the ATC/DDD and DU 90% Methods Among Surgery Inpatient of Hasanuddin University Teaching Hospital, July–September 2025. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221191-Dlq0pyLch67n1SIz-20260128133102.png
Download (584kB)
C011221191-1-2.pdf
Download (509kB)
C011221191-dp.pdf
Download (691kB)
C011221191-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 January 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Nyeri merupakan keluhan umum pada pasien rawat inap bedah. Manajemen nyeri yang tidak adekuat dapat memperpanjang lama rawat inap, meningkatkan biaya, dan menurunkan kualitas hidup. Secara global, penggunaan analgesik termasuk opioid menunjukkan tren peningkatan, termasuk di Indonesia. Namun peningkatan tersebut tidak selalu diikuti dengan penggunaan yang rasional, sehingga perlu dilakukan evaluasi penggunaan obat. Metode ATC/DDD adalah standar internasional yang direkomendasikan oleh WHO untuk evaluasi kuantitatif obat, metode ini dapat dikombinasikan dengan DU 90%. RSPTN UNHAS sebagai rumah sakit pendidikan dan rujukan memiliki variasi penggunaan analgesik terutama pada pasien rawat inap bedah, sehingga perlu dilakukan evaluasi obat Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan analgesik berdasarkan metode ATC/DDD dan DU 90% pada pasien rawat inap bedah RSPTN UNHAS periode Juli-September tahun 2025. Metode. Penelitian ini menggunakan metode retrospective dengan desain observasional deskriptif dan sampel yang diteliti sebanyak 110 pasien dengan data yang diteliti merupakan rekam medis pasien rawat inap bedah di RSPTN UNHAS periode Juli-September tahun 2025 dengan data yang diambil berupa profil penggunaan analgesik seperti jenis, kekuatan, sediaan, dan dosis obat lalu diolah dengan metode ATC/DDD dan DU 90%. Hasil. Temuan penelitian ini menemukan bahwa obat analgesik tertinggi adalah ketorolak 92,65DDD/100 bed-days, diikuti metamizol 39,88 DDD/100 bed-days, dan parasetamol IV 5,37 DDD/100 bed-days. Kesimpulan. Obat yang masuk dalam kelompok DU 90% pada pasien rawat inap bedah RSPTN UNHAS periode Juli-September tahun 2025 adalah ketorolak dan metamizol.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analgesik, ATC/DDD, DU 90%, Pasien rawat inap bedah |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 06:26 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 06:26 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56792 |
