UTAMI, DWI PURNAMA (2026) Gambaran Konsumsi Minuman Berkafein, Konsumsi Pangan Sumber Protein dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMP Negeri 1 Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan = . Overview of Caffeinated Beverage Consumption, Protein Source Food Consumption, and the Incidence of Anemia among Adolescent Girls at SMP Negeri 1 Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021221046-uLfsCYXBx1Dl0cEG-20260603094702.jpeg
Download (77kB)
K021221046-1-2.pdf
Download (646kB)
K021221046-dp.pdf
Download (170kB)
K021221046-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Anemia didefiniskan sebagai suatu kondisi dimana hemoglobin dalam darah kurang dari normal karena kekurangan satu atau lebih nutrisi penting. Anemia adalah isu kesehatan yang signifikan di seluruh dunia, khususnya di negara-negara yang sedang berkembang seperti Indonesia. Asupan dan serapan zat besi yang tidak adekuat merupakan faktor penyebab dari anemia defisiensi besi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran konsumsi minuman berkafein, konsumsi pangan sumber protein dan kejadian anemia pada remaja putri di SMP Negeri 1 Balocci, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Metode: Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 43 siswa kelas IX dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur frekuensi serta jenis konsumsi, serta pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan HemoCue 301 Analyzer. Selanjutnya, dianalisis secara deskriptif kuantitatif, meliputi distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Kejadian anemia pada remaja putri menunjukkan sebanyak 9 orang (21%) mengalami anemia. Minuman berkafein yang paling sering dikonsumsi dari kategori teh yaitu teh gelas (RTD) dengan frekuensi 1x seminggu, pada kategori kopi yaitu kopi gelas (RTD) dengan frekuensi 2-3x sebulan. Sumber protein hewani yang paling sering dikonsumsi adalah ikan dengan frekuensi sekitar 1x sehari. Sedangkan protein nabati, tempe merupakan sumber zat besi yang paling sering dikonsumsi dengan frekuensi 1x sehari. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi anemia pada remaja putri masih tergolong tingkat sedang, konsumsi minuman berkafein tergolong rendah, sedangkan konsumsi pangan sumber protein didominasi oleh ikan dan tempe sehingga diperlukan edukasi gizi mengenai pencegahan anemia, mempertahankan konsumsi pangan sumber protein, serta tidak meningkatkan frekuensi konsumsi minuman berkafein.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | : anemia; adolescent girls; caffeine; protein |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 30 Jul 2026 06:55 |
| Last Modified: | 30 Jul 2026 06:55 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56791 |
