PASOMBA, PUTRI AMELIA (2026) Hubungan Konsumsi Junk Food dan Screen Time dengan Kejadian Obesitas berdasarkan Persen Lemak Tubuh pada Remaja di SMAN 16 Makassar = The Relationship Between Junk Food Consumption and Screen Time with Obesity Based on Body Fat Percentage Among Adolescents at SMAN 16 Makassar. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K021221068-5Q0OSq1kD4xaLXgy-20260603003737.jpeg
Download (72kB)
K021221068-1-2.pdf
Download (568kB)
K021221068-dp.pdf
Download (233kB)
K021221068-fullllllllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
Latar belakang. Obesitas pada remaja merupakan masalah kesehatan yang terus meningkat dan menjadi faktor risiko berbagai penyakit tidak menular. Pola makan yang tidak sehat seperti tingginya konsumsi junk food serta gaya hidup sedentari akibat screen time yang tinggi dapat menyebabkan ketidakseimbangan energi yang berujung pada peningkatan berat badan. Remaja cenderung mengonsumsi makanan tinggi kalori, lemak, dan gula serta menghabiskan waktu lama di depan layar, sehingga meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi junk food dan screen time dengan kejadian obesitas berdasarkan Persen Lemak Tubuh pada remaja di SMAN 16 Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 270 siswa kelas XI dan XII yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Data konsumsi junk food diperoleh melalui kuesioner Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ), data screen time menggunakan kuesioner QueST, serta status obesitas diukur berdasarkan Persen Lemak Tubuh menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis . Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mengalami obesitas sebesar 80,0%, memiliki frekuensi konsumsi junk food kategori sering sebesar 65,6%, serta screen time kategori tinggi sebesar 69,6%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi junk food dengan kejadian obesitas (p=0,001) dan antara screen time dengan kejadian obesitas (p=0,001). Analisis multivariat menunjukkan bahwa konsumsi junk food (OR=1,451) dan screen time (OR=1,659) berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas, dengan screen time sebagai faktor yang lebih dominan. Kesimpulan. Konsumsi junk food dan screen time berhubungan dengan kejadian obesitas pada remaja di SMAN 16 Makassar. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian pola makan serta pembatasan screen time sebagai langkah pencegahan obesitas pada remaja.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Junk Food, Screen Time, Obesitas, Remaja. |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Ilmu Gizi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 06:29 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 06:29 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56789 |
