DAHLAN, MAARIFAH (2026) MODEL PROGRAM SAFETY INCENTIVE SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KECELAKAAN KERJA DAN PENYAKIT AKIBAT KERJA DI PT. PLN (PERSERO) UP3 BULUKUMBA = "The Safety Incentive Program Model as an Effort to Prevent Work Accidents and Occupational Diseases at PT. PLN (Persero) UP3 Bulukumba". Disertasi thesis, Universitas Hasanuddin.
K013211020-GosYS2Cgp3tnUmvl-20260602151626.jpg
Download (315kB)
K013211020-1-2.pdf
Download (1MB)
K013211020-dp.pdf
Download (223kB)
K013211020-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 6 May 2028.
Download (8MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK MAARIFAH DAHLAN. Model Program Safety Incentive sebagai Upaya Pencegahan Kecelakaan Kerja dan Penyakit Akibat Kerja Di PT. PLN (Persero) UP3 Bulukumba (Dibimbing oleh Amran Razak, Yahya Thamrin, Agus Bintara Birawida) Latar Belakang: Program safety incentive banyak digunakan untuk mendorong perilaku keselamatan, namun efektivitasnya pada sektor ketenagalistrikan masih bervariasi dan sering belum terintegrasi dengan tata kelola keselamatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menguji secara kuantitatif model program safety incentive terkait faktor-faktor yang berpengaruh terhadap efektivitas program safety incentive dan menjelaskan mekanisme implementasinya sebagai instrumen tata kelola keselamatan dalam pencegahan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja di PT. PLN (Persero) UP3 Bulukumba. Metode: Penelitian menggunakan desain explanatory sequential mixed methods. Tahap kuantitatif dilakukan melalui Structural Equation Modeling terhadap 160 responden dan tahap kualitatif menggunakan analisis menggunakan coding thematic dan cross case analysis melibatkan 7 informan. Hasil: Hasil analisis SEM menunjukkan bahwa partisipasi pekerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen kepemimpinan (β = 0,812; p < 0,001), namun berpengaruh negatif dan signifikan terhadap efektivitas program safety incentive (β = −0,364; p = 0,018). Pendidikan dan pelatihan merupakan faktor paling dominan yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas program safety incentive (β = 0,795; p < 0,001), diikuti oleh identifikasi dan penilaian bahaya (β = 0,528; p < 0,001). Pencegahan dan pengontrolan bahaya menunjukkan pengaruh negatif tetapi tidak signifikan (β = −0,332; p = 0,083), dan manajemen kepemimpinan berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap efektivitas program safety incentive (β = 0,251; p = 0,054). Kebijakan secara spesifik tentang program safety incentive belum ada, namun temuan menunjukkan bahwa safety incentive meningkatkan motivasi, kepatuhan K3, dan partisipasi pekerja, namun implementasi belum seragam. Kesimpulan: Penelitian ini menegaskan bahwa safety incentive yang efektif harus berbasis kompetensi, leading indicators, dan tata kelola keselamatan lintas aktor.
| Item Type: | Thesis (Disertasi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | kanker lambung, HER2, PD-L1, imunohistokimia |
| Subjects: | R Medicine > RA Public aspects of medicine |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 05:54 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 05:54 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56782 |
