HIDAYATULLAH, SYARIF (2026) Kesesuaian Penggunaan Antibiotik Empiris terhadap Hasil Kultur dan Uji Sensitivitas pada Kasus Sepsis Pasien Rawat Inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Periode Januari 2023–Desember 2024=Appropriateness of Empirical Antibiotic Use in Relation to Culture Results and Sensitivity Tests in Sepsis Cases Among Inpatient Patients at RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo for the Period January 2023–December 2024. Thesis thesis, Universitas Hasanuddin.
C011221160-Y4qorwAlpdUxVQKZ-20260128141846.jpeg
Download (102kB)
C011221160-1-2.pdf
Download (2MB)
C011221160-dp.pdf
Download (325kB)
C011221160-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 23 January 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Sepsis merupakan kondisi kegawatdaruratan medis dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi, sehingga pemberian antibiotik empiris yang tepat berperan penting dalam keberhasilan terapi awal. Ketidaksesuaian antibiotik empiris terhadap patogen penyebab infeksi dapat menyebabkan kegagalan terapi dan meningkatkan resistensi antimikroba. Tujuan: Mengetahui kesesuaian penggunaan antibiotik empiris terhadap hasil kultur dan uji sensitivitas pada pasien sepsis rawat inap di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo periode Januari 2023–Desember 2024. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif menggunakan data sekunder rekam medis pasien sepsis rawat inap. Hasil: Sebanyak 200 pasien sepsis dianalisis dengan total 279 isolat bakteri. Mayoritas isolat merupakan bakteri Gram negatif (76,3%), dengan patogen utama Burkholderia cepacia (19,0%), Acinetobacter baumannii (13,6%), Klebsiella pneumoniae (10,8%), Escherichia coli (8.6%), dan Pseudomonas aeruginosa (8.2%). Penggunaan antibiotik empiris didominasi oleh golongan cephalosporin generasi ketiga, carbapenem, fluoroquinolone, sulfonamide, dan cephalosporin generasi kedua. Kesesuaian antibiotik empiris terhadap hasil uji sensitivitas mencapai 61,3%, sedangkan 38,7% menunjukkan ketidaksesuaian, terutama pada bakteri Gram negatif. Kesimpulan: Masih ditemukan proporsi ketidaksesuaian antibiotik empiris yang cukup besar pada pasien sepsis rawat inap. Evaluasi berkala pola kuman dan uji sensitivitas antibiotik diperlukan untuk meningkatkan rasionalitas terapi empiris dan menekan resistensi antimikroba.
| Item Type: | Thesis (Thesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | sepsis, antibiotik empiris, kultur, uji sensitivitas antibiotik |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Kedokteran > Ilmu Kedokteran |
| Depositing User: | Unnamed user with username pkl2 |
| Date Deposited: | 29 Jul 2026 02:48 |
| Last Modified: | 29 Jul 2026 02:48 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56778 |
