Analisis Risiko Pajanan Kromium Pada Pekerja Bengkel Motor Di Kota Makassar = Risk Analysis of Chromium Exposure in Motorcycle Repair Shop Workers in Makassar City


IBRAM, NATASHIA RATU (2026) Analisis Risiko Pajanan Kromium Pada Pekerja Bengkel Motor Di Kota Makassar = Risk Analysis of Chromium Exposure in Motorcycle Repair Shop Workers in Makassar City. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
K011211023-X3ZdQzLeHF27h0BV-20260602142909.jpg

Download (80kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
K011211023-1-2.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of DApus] Text (DApus)
K011211023-dp.pdf

Download (188kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
K011211023-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 May 2028.

Download (3MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Pajanan kromium (Cr), khususnya dalam bentuk heksavalen (Cr⁶⁺), merupakan logam berat yang bersifat toksik dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan seperti iritasi pernapasan, dermatitis, gangguan pencernaan, kerusakan ginjal dan hati, hingga kanker paru. Pekerja bengkel motor berisiko tinggi terpapar kromium melalui aktivitas seperti pengelasan, pengamplasan, penggunaan pelumas, cat, dan bahan kimia pembersih logam. Pemeriksaan kadar kromium dalam urine merupakan salah satu indikator biologis untuk menilai tingkat pajanan pekerja terhadap logam berat tersebut. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar pajanan kromium dalam urine dengan keluhan kesehatan pada pekerja bengkel motor di Kota Makassar. Metode. Penelitian menggunakan desain cross sectional dengan jumlah sampel 35 pekerja bengkel motor tidak resmi. Sampel ditentukan dengan purposive sampling. Data diperoleh melalui kuesioner keluhan kesehatan, observasi, serta pemeriksaan laboratorium kadar kromium urine menggunakan metode Spektrofotometri Serapan Atom (SSA). Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Pearson serta uji Chi-Square. Hasil. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan seluruh responden memiliki kadar kromium dalam urine melebihi batas normal. Ketika dikategorikan berdasarkan nilai mean, sebanyak 26 responden (74,3%) berada pada kategori kadar kromium rendah dan 9 responden (25,7%) pada kategori tinggi. Sebanyak 13 responden (37,1%) mengalami keluhan kesehatan. Namun, analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kadar kromium dalam urine dengan keluhan kesehatan (p = 0,243). Kesimpulan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar pajanan kromium dalam urine dan keluhan kesehatan pada pekerja bengkel motor di Kota Makassar. Penguatan pengawasan K3, penggunaan APD, peningkatan fasilitas sanitasi, serta pemeriksaan kesehatan berkala diperlukan untuk mengurangi risiko pajanan kromium di lingkungan kerja.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: kromium; pajanan; keluhan kesehatan; pekerja bengkel; urine.
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine
Divisions (Program Studi): Fakultas Kesehatan Masyarakat > Kesehatan Masyarakat
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 29 Jul 2026 02:08
Last Modified: 29 Jul 2026 02:08
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56772

Actions (login required)

View Item
View Item