A. SYAHRIANA, A. SYAHRIANA (2026) Tinjauan Antropologi Hukum Terhadap Perkawinan Siri Bagi Anak di Bawah Umur = An Anthropological Review of Legal Marriages for Minors. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011211162-p1BQJOCahHourX6s-20260429072340.jpg
Download (306kB)
B011211162-1-2.pdf
Download (347kB)
B011211162-1-2.pdf
Download (347kB)
B011211162-dp.pdf
Download (186kB)
B011211162-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 April 2028.
Download (3MB)
Abstract (Abstrak)
A. SYAHRIANA (B011211162). Dengan judul Tinjauan Antropologi Hukum Terhadap Perkawinan Siri Bagi Anak di Bawah Umur. Dibimbing oleh Ratnawati sebagai Pembimbing. Latar Belakang: Praktik perkawinan siri anak di bawah umur masih terjadi di masyarakat Bugis sebagai respon terhadap tekanan sosial dan nilai budaya, meskipun tidak diakui hukum negara. Dengan demikian, pendekatan antropologi hukum diperlukan untuk mengkaji dinamika sosial budaya yang melatarbelakangi praktik tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya praktik perkawinan siri pada anak dibawah umur dalam sudut pandang adat Bugis, sekaligus mengkaji peran masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama mempertahankan atau menolak. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan antropologi hukum dan wawancara. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi langsung, sedangkan data sekunder diperoleh dari peraturan perundang-undangan dan literatur. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui tahapan penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) Perkawinan siri anak di bawah umur di masyarakat Bugis dipengaruhi oleh nilai siri’ dan ketegangan antara hukum adat, agama, dan negara. Meskipun sah secara agama, ketiadaan pencatatan menyebabkan tidak adanya pengakuan hukum negara dan berisiko terhadap pemenuhan hak perempuan dan anak. (2) Peran masyarakat, tokoh adat, dan tokoh agama menunjukkan sikap yang beragam; sebagian menerima praktik tersebut atas dasar pertimbangan religius dan moral, sementara sebagian lainnya menolak karena alasan perlindungan hukum dan kepentingan terbaik bagi anak. Kesimpulan: Perkawinan siri pada anak di bawah umur mencerminkan dinamika pluralisme hukum dalam masyarakat Bugis yang berdampak pada lemahnya perlindungan hak anak dan perempuan. Kata Kunci: Antropologi Hukum; Perkawinan Siri; Umur Minimum Anak.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Legal Anthropology; Siri Marriage; Minimum Age of Children. |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 01:38 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 01:38 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56759 |
