MAULANA, M. MALKAN (2026) ANALISIS YURIDIS TINDAK PIDANA MENGGUNAKAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN YANG MELAMPAUI AMBANG BATAS MAKSIMAL (Studi Putusan No.17/Pid.Sus/2024/PN.Wmn) = LEGAL ANALYSIS OF CRIMINAL ACTS USING FOOD ADDITIVES EXCEEDING THE MAXIMUM THRESHOLD (Study of Decision No. 17/Pid.Sus/2024/PN.WMN). Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.
B011211148-hcaRZT8H1N6LQnvj-20260617102925.jpg
Download (168kB)
B011211148-1-2.pdf
Download (328kB)
B011211148-dp.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (303kB)
B011211148-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 December 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
Pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus aman dan sesuai regulasi. Kasus produksi minuman keras dengan kandungan etanol dan methanol berlebih menunjukkan pelanggaran penggunaan bahan tambahan pangan melampaui ambang batas. Maka penulis tertarik menganalisis aspek hukum dan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum terkait pelanggaran kasus tersebut. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualifikasi tindak pidana menggunakan bahan tambang pangan yang melampaui ambang batas maksimal pada putusan No.17/Pid.Sus/2024/PN.WMN. Metode Penelitian: penelitian normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan kasus. Bahan hukum yang digunakan yuridis normatif lalu diolah secara preskriptifnormatif. Hasil Penelitian: 1.Tindak pidana penggunaan bahan tambahan pangan yang dilarang atau melebihi ambang batas maksimal diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan. 2. namun dalam perkara Nomor 17/Pid.Sus/2024/PN.Wmn penerapan Pasal 136 oleh majelis hakim kurang tepat karena perbuatan terdakwa lebih sesuai dikualifikasikan ke dalam Pasal 134 yang menitikberatkan pada kesalahan dalam tata cara pengolahan pangan. Kesimpulan: Tindak pidana penggunaan bahan tambahan pangan melebihi batas melanggar UU 18/2012, termasuk delik formil dan delik khusus. Dalam perkara 17/Pid.Sus/2024/PN.Wmn, penerapan Pasal 136 dinilai kurang tepat karena perbuatan terdakwa lebih sesuai Pasal 134 tentang kesalahan tata cara pengolahan pangan, sehingga seharusnya ancaman pidananya lebih ringan.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bahan Pangan, Putusan Pengadilan, Tindak Pidana |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | - Nurhasnah |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 01:37 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 01:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56757 |
