ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN PADA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN: MORAL SENSITIVITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI = ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING FRAUD PREVENTION IN THE SOUTH SULAWESI PROVINCIAL GOVERNMENT : MORAL SENSITIVITY AS A MODERATING VARIABLE


DAMAYANTI, SRI (2026) ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENCEGAHAN KECURANGAN PADA PEMERINTAH DAERAH PROVINSI SULAWESI SELATAN: MORAL SENSITIVITY SEBAGAI VARIABEL MODERASI = ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING FRAUD PREVENTION IN THE SOUTH SULAWESI PROVINCIAL GOVERNMENT : MORAL SENSITIVITY AS A MODERATING VARIABLE. Thesis thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
A062241056-T9HlFdwQ3KPSkDRq-20260310154043.jpg

Download (323kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
A062241056-1-2.pdf

Download (381kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
A062241056-dp.pdf

Download (227kB)
[thumbnail of Full Teks] Text (Full Teks)
A062241056-fullllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

ABSTRAK Sri Damayanti. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pencegahan Kecurangan Pada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan: Moral Sensitivity Sebagai Variabel Moderasi. (Dibimbing Oleh: Syamsuddin) Tingginya kasus penyimpangan dan korupsi di sektor publik menunjukkan bahwa pengawasan pemerintah masih menghadapi tantangan, terutama terkait efektivitas pengendalian internal dan sistem pelaporan. Kelemahan budaya organisasi dan rendahnya keberanian melapor juga memperbesar risiko terjadinya fraud di instansi pemerintah. Kondisi ini menegaskan pentingnya penguatan mekanisme pengawasan untuk mencegah kecurangan secara lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan kecurangan pada Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan dengan moral sensitivity sebagai variabel moderasi. Lokasi dalam penelitian ini adalah kantor Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan, yang berlokasi Jl. A. P. Pettarani No.100, Bua Kana, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan 90222 dengan waktu penelitian selama dua bulan yaitu pada bulan Juli sampai Agustus 2025. Populasi penelitian ini mencakup seluruh auditor pada Kantor Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 57 orang, dengan responden akhir berjumlah 51 auditor. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode sensus sehingga seluruh populasi dijadikan sampel penelitian. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (SmartPLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian internal, budaya organisasi, dan whistleblowing system berpengaruh positif dan signifikan terhadap pencegahan kecurangan. Selain itu, moral sensitivity terbukti kuat memoderasi pengaruh pengendalian internal dan budaya organisasi terhadap pencegahan kecurangan, namun tidak memoderasi pengaruh whistleblowing system. Dengan demikian, Pengendalian internal, budaya organisasi, dan whistleblowing system berperan signifikan dalam mendorong pencegahan kecurangan, sementara moral sensitivity memperkuat sebagian hubungan tersebut sehingga meningkatkan efektivitas upaya pengawasan di sektor publik. Kata kunci: Pengendalian internal, budaya organisasi, whistleblowing system, moral sensitivity dan pencegahan kecurangan.

Item Type: Thesis (Thesis)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: Pengendalian internal, budaya organisasi, whistleblowing system, moral sensitivity dan pencegahan kecurangan.
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
Divisions (Program Studi): Fakultas Ekonomi > Akuntansi
Depositing User: - Andi Anna
Date Deposited: 23 Jul 2026 00:53
Last Modified: 23 Jul 2026 00:53
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56723

Actions (login required)

View Item
View Item