ANNISA, ANNISA (2026) Hubungan Aspek Psikososial dengan Kelelahan Kerja pada Pekerja Konstruksi di Proyek Pembangunan Gedung Parkiran Mall Panakkukang Makassar Tahun 2026 = The Relationship between Psychosocial Aspects and Work Fatigue among Construction Workers at the Parking Building Construction Project of Mall Panakkukang Makassar in 2026. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
K011221141-XK7tYVS0usGiyTHh-20260513235719.jpeg
Download (78kB)
K011221141-1-2.pdf
Download (1MB)
K011221141-dp.pdf
Download (643kB)
K011221141-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 April 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang. Kelelahan kerja adalah kondisi penurunan kemampuan fisik, emosional, dan kognitif yang terjadi akibat paparan beban kerja dalam waktu yang lama. Proyek pembangunan gedung parkiran di Mall Panakkukang, Makassar melibatkan faktor aspek psikososial seperti tekanan target, dinamika hubungan kerja, serta kondisi lingkungan kerja juga berperan penting dalam meningkatkan risiko kelelahan pekerja. Tujuan. Menganalisis hubungan antara aspek psikososial dengan kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di proyek pembangunan gedung parkiran Mall Panakkukang Makassar. Metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pekerja konstruksi di proyek pembangunan gedung parkiran Mall Panakkukang sebanyak 60 orang dengan teknik pengambilan sampel exhaustive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner role conflitct and role ambiguity, brief COPE, WEIMS, MPSS dan SOFI. Selain itu, menggunakan alat cocorometer portable. Hasil. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara stres kerja (p=0,001), motivasi kerja (p=0,027), dukungan sosial (p=0,018) terhadap kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di proyek pembangunan gedung parkiran Mall Panakkukang. Namun, tidak ada hubungan antara konflik kerja (p=0,934), coping stress (p=0,496) terhadap kelelahan kerja pada pekerja konstruksi di proyek pembangunan gedung parkiran Mall Panakkukang. Kesimpulan. Stres kerja, motivasi kerja dan dukungan sosial mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja, sedangkan konflik kerja dan coping stress tidak mempunyai hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. Saran. Perusahaan disarankan mengatur beban kerja, target, waktu kerja, istirahat, ergonomi, serta lingkungan dan komunikasi kerja yang suportif, sementara pekerja disarankan menerapkan kerja ergonomis, mengelola stres dan tugas, serta memanfaatkan istirahat dan komunikasi kerja secara efektif untuk menurunkan kelelahan kerja
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | konflik kerja, stres kerja, coping stress, motivasi kerja, dukungan sosial |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 01:05 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 01:05 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56722 |
