Uji Efek Modulasi Mikrokapsul Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Pada Staphylococcus aureus Secara Ex Vivo = Ex Vivo Evaluation of the Modulatory Effect of Green Tea (Camellia sinensis) Extract Microcapsules on the Antibacterial Activity of Amoxicillin Against Staphylococcus aureus


TANGKE, FELIZENA MARTHA (2025) Uji Efek Modulasi Mikrokapsul Ekstrak Teh Hijau (Camellia sinensis) Terhadap Aktivitas Antibakteri Amoksisilin Pada Staphylococcus aureus Secara Ex Vivo = Ex Vivo Evaluation of the Modulatory Effect of Green Tea (Camellia sinensis) Extract Microcapsules on the Antibacterial Activity of Amoxicillin Against Staphylococcus aureus. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
N011221004-bNkFyYGtO3sx9oQg-20260312122953.jpeg

Download (110kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N011221004-1-2.pdf

Download (326kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N011221004-dp.pdf

Download (221kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
N011221004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 March 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Amoksisilin merupakan antibiotik yang masih banyak digunakan. Namun, beberapa strain bakteri telah menunjukkan resistensi, salah satunya Staphylococcus aureus. Salah satu alternatif untuk meningkatkan aktivitas antibakteri amoksisilin adalah mengombinasikannya dengan ekstrak teh hijau. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa secara ex vivo, ekstrak teh hijau belum mampu meningatkan aktivitas antibakteri amoksisilin. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek modulasi ekstrak teh hijau yang akan diformulasi dalam bentuk mikrokapsul terhadap aktivitas antibakteri amoksisilin terhadap S.aureus secara ex vivo menggunakan plasma tikus putih (Rattus norvegicus) Metode. Penelitian ini merupakan studi eksperimental ex vivo dengan sampel plasma tikus putih galur Wistar betina. Sebanyak 24 ekor hewan uji dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan per oral amoksisilin tunggal (AM), kombinasi amoksisilin dan ekstrak teh hijau (AM+ETH), serta kombinasi amoksisilin dan mikrokapsul teh hijau (AM+MTH). Uji aktivitas antibakteri terhadap S.aureus dilakukan menggunakan metode difusi agar, kemudian diameter zona hambat dianalisis dengan aplikasi GraphPad Prism untuk memperoleh histogram. Hasil. Berdasarkan hasil pengukuran partikel menggunakan PSA, diperoleh ˂90% ukuran partikel sebesar 697,94 nm. Uji efisiensi penjerapan terhadap EGCG diperoleh rata-rata sebesar 99,97% ± 1,07. Pada uji aktivitas antibakteri, kelompok perlakuan amoksisilin tunggal menghasilkan rata-rata diameter zona hambat sebesar 8,91 ± 0,98 mm, kombinasi amoksisilin dan ekstrak teh hijau sebesar 10,25 ± 1,08 mm, dan kombinasi amoksisilin dan mikrokapsul teh hijau sebesar 11,26 ± 0,95 mm. Kesimpulan. Formulasi mikrokapsul berpotensi meningkatkan bioavailabilitas dan kestabilan senyawa katekin teh hijau. Kombinasi amoksisilin dan mikrokapsul teh hijau terbukti meningkatkan efektivitas antibakteri amoksisilin terhadap S.aureus, yang ditunjukkan oleh peningkatan diameter zona hambat.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Camellia sinensis, amoksisilin, mikrokapsul, Staphylococcus aureus, difusi agar.
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 22 Jul 2026 02:56
Last Modified: 22 Jul 2026 02:56
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56685

Actions (login required)

View Item
View Item