SAPASURU, VENSKA PHILYATRIN (2026) Penerapa Asas Kepatutan dalam Pembuatan Akta Jual Beli atas Tanah yang Mencantumkan Pembeli Sebagai Kuasa Penjual = The Application Of The Principle Of Reasonableness In The Execution Of A Deed Of Sale For Land That Designates The Buyer As The Seller’S Representative. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
B022221011-cs5fnwFjBzYhS6dp-20260422155924.jpg
Download (429kB)
B022221011-1-2.pdf
Download (363kB)
B022221011-dp.pdf
Download (122kB)
B022221011-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 3 February 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
VENSKHA PHILYATRIN SAPASURU (B022221011) dengan judul “Penerapan Asas Kepatutan dalam Pembuatan Akta Jual Beli atas Tanah yang Mencantumkan Pembeli sebagai Kuasa Penjual” (Dibimbing oleh Abrar Saleng). Latar belakang dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis Kepatutan Praktik jual beli tanah yang mencantumkan pembeli sebagai kuasa penjual dalam Akta Jual Beli (AJB) atas tanah yang menimbulkan problematika hukum yang signifikan terutama terkait keabsahan dan kekuatan pembuktiannya, yang dalam praktiknya seringkali disalahgunakan sehingga menimbulkan kerugian hukum bagi pihak-pihak tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, dokumen hukum, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pembuatan AJB oleh pembeli yang sekaligus bertindak sebagai kuasa penjual merupakan pelanggaran terhadap asas kepatutan, yang menegaskan bahwa perjanjian harus dijalankan dengan itikad baik dan kepatuhan terhadap norma. Praktik ini mencerminkan konflik normatif antara hukum perdata dan hukum pertanahan, serta menyimpang dari ketentuan yang mensyaratkan kehadiran para pihak secara langsung di hadapan PPAT. Meskipun pemberian kuasa sah menurut hukum perdata, penerapannya dalam jual beli tanah harus tunduk pada prinsip khusus hukum pertanahan. Penyimpangan ini berimplikasi pada batalnya AJB demi hukum dan menimbulkan ketidakpastian atas status peralihan hak, sekaligus melemahkan kedudukan AJB sebagai alat bukti otentik dalam sengketa pertanahan. Oleh karena itu, dibutuhkan penguatan regulasi dan kehati-hatian PPAT dalam menjamin keabsahan akta, agar tidak menimbulkan perbuatan melawan hukum dan hilangnya fungsi perlindungan hukum dari AJB.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | AJB, Kuasa Menjual, Kepatutan, Keabsahan, Perlindungan Hukum |
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Hukum > Kenotariatan |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 21 Jul 2026 06:13 |
| Last Modified: | 21 Jul 2026 06:13 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56656 |
