Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina Berdasarkan Perspektif Hukum Internasional = Resolution of the Russia-Ukraine Conflict from the Perspective of Internasional Law


IAN FEBRIAN R, IAN FEBRIAN R (2025) Penyelesaian Konflik Rusia-Ukraina Berdasarkan Perspektif Hukum Internasional = Resolution of the Russia-Ukraine Conflict from the Perspective of Internasional Law. Skripsi thesis, UNIVERSITAS HASANUDDIN.

[thumbnail of BAB 1-2] Text (BAB 1-2)
B011181554-1-2.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of DAPUS] Text (DAPUS)
B011181554-dp.pdf

Download (693kB)
[thumbnail of B011181554-dp.pdf] Text
B011181554-dp.pdf

Download (693kB)
[thumbnail of full teks] Text (full teks)
B011181554-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2027.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang: Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina telah memicu krisis global dan menunjukkan adanya tantangan besar dalam penegakan hukum internasional terkait tindakan agresi militer. Meskipun berbagai sanksi ekonomi dan upaya diplomasi telah dilakukan oleh komunitas internasional, sengketa ini masih terus berlanjut sehingga memunculkan pertanyaan kritis mengenai efektivitas instrumen hukum tersebut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian sanksi ekonomi oleh Uni Eropa dan G7 serta mengevaluasi upaya penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi dalam konflik Rusia-Ukraina. Metode: Penelitian hukum normatif ini menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus, dengan mengumpulkan bahan hukum primer, sekunder, serta tersier melalui studi kepustakaan yang kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan metode interpretasi hukum. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa (1) sanksi ekonomi memberikan dampak negatif yang signifikan pada perekonomian awal Rusia, namun negara tersebut mampu beradaptasi dan mencari pasar alternatif sehingga sanksi tersebut belum efektif untuk menghentikan invasi; (2) upaya penyelesaian melalui diplomasi parsial belum mampu mencapai kesepakatan damai yang komprehensif akibat berbenturan dengan perbedaan kepentingan esensial serta kelumpuhan struktural akibat hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kesimpulan: Sanksi ekonomi dan instrumen diplomasi saat ini terbukti memiliki keterbatasan nyata dalam memaksa penghentian agresi dari negara dengan kekuatan politik dan militer besar. Oleh karena itu, diperlukan reformasi kelembagaan global untuk menciptakan mekanisme penegakan hukum internasional yang lebih mengikat, proporsional, dan tanpa pandang bulu.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Diplomasi, Hukum Internasional, Konflik Bersenjata, Penyelesaian Sengketa, Sanksi Ekonomi.
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions (Program Studi): Fakultas Hukum > Ilmu Hukum
Depositing User: - Nurhasnah
Date Deposited: 17 Jul 2026 02:34
Last Modified: 17 Jul 2026 02:35
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56600

Actions (login required)

View Item
View Item