NURFAUZIAH, NURFAUZIAH (2026) Pengaruh Kuersetin Terhadap Aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) pada Otak Mencit (Mus musculus) dengan Kejang yang Diinduksi Pentilentetrazol = Effect of Quercetin on Superoxide Dismutase (SOD) Activity in the Brain of Mice (Mus musculus) with Pentylenetetrazol-Induced Seizures. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011221031-Qpq6BN5ljm8CfAxW-20260603011049.jpg
Download (389kB)
N011221031-1-2.pdf
Download (239kB)
N011221031-dp.pdf
Download (189kB)
N011221031-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 May 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
NURFAUZIAH. Pengaruh Kuersetin Terhadap Aktivitas Superoxide Dismutase (SOD) pada Otak Mencit (Mus musculus) dengan Kejang yang Diinduksi Pentilentetrazol (dibimbing oleh Sukamto S. Mamada). Latar Belakang. Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai oleh kejang berulang dan berkaitan erat dengan peningkatan stres oksidatif di otak. Salah satu indikator utama stres oksidatif adalah penurunan aktivitas enzim superoxide dismutase (SOD), yang berperan penting dalam menetralisir radikal bebas. Pengobatan antiepilepsi konvensional belum sepenuhnya menargetkan stres oksidatif dan sering menimbulkan efek samping, sehingga diperlukan alternatif terapi yang lebih aman. Kuersetin merupakan flavonoid alami dengan aktivitas antioksidan dan neuroprotektif yang berpotensi meningkatkan sistem pertahanan antioksidan otak. Namun, pengaruh kuersetin terhadap aktivitas SOD pada model epilepsi masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kuersetin terhadap aktivitas SOD pada otak mencit dengan kejang yang diinduksi pentilentetrazol (PTZ). Metode. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan 20 ekor mencit betina (Mus musculus) yang dibagi menjadi empat kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol negatif (Na-CMC + PTZ), kelompok perlakuan kuersetin dosis 20 mg/kgBB, serta kontrol positif asam valproat. Kuersetin dan asam valproat diberikan selama 14 hari, sedangkan induksi kejang dilakukan dengan PTZ dosis 65 mg/kgBB pada hari ke-14. Setelah perlakuan, jaringan otak diambil, dihomogenisasi, dan disentrifugasi untuk memperoleh supernatan. Aktivitas enzim SOD diukur menggunakan microplate reader dengan SOD Assay Kit pada panjang gelombang 560 nm. Data dianalisis secara statistik dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Kesimpulan. Pemberian kuersetin pada mencit yang diinduksi pentilentetrazol menunjukkan bahwa pada kondisi penelitian ini, kuersetin belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap aktivitas SOD pada otak mencit. Kata Kunci: Epilepsi, Kuersetin, Pentilentetrazol, Superoksida Dismutase (SOD)
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Epilepsi, Kuersetin, Pentilentetrazol, Superoksida Dismutase (SOD) |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Farmasi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 07:04 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 07:04 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56584 |
