Pengaruh Kuersetin Terhadap Onset dan Durasi Kejang Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Pentilentetrazol = Effect of Quercetin on Seizure Onset and Duration in Pentilentetrazole-Induced Mice (Mus musculus)


PATABANG, INRI APRILIA SERA (2026) Pengaruh Kuersetin Terhadap Onset dan Durasi Kejang Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Pentilentetrazol = Effect of Quercetin on Seizure Onset and Duration in Pentilentetrazole-Induced Mice (Mus musculus). Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.

[thumbnail of Cover] Image (Cover)
N011221030-Hh7sfw4F3AzpOMq5-20260602142548.jpeg

Download (113kB)
[thumbnail of Bab 1-2] Text (Bab 1-2)
N011221030-1-2.pdf

Download (248kB)
[thumbnail of Dapus] Text (Dapus)
N011221030-dp.pdf

Download (226kB)
[thumbnail of Fulltext] Text (Fulltext)
N011221030-fulll.pdf
Restricted to Repository staff only until 26 May 2028.

Download (1MB)

Abstract (Abstrak)

Latar Belakang. Epilepsi merupakan gangguan neurologis kronis yang ditandai dengan aktivitas listrik abnormal di otak yang menyebabkan kejang berulang. Salah satu pendekatan terapi alternatif yang berkembang adalah penggunaan senyawa alami seperti kuersetin yang memiliki aktivitas antioksidan dan neuroprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian kuersetin terhadap onset dan durasi kejang pada mencit (Mus musculus) yang diinduksi pentilentetrazol (PTZ). Metode. Penelitian ini merupakan studi eksperimental in vivo. Sebanyak 20 ekor hewan uji dibagi menjadi empat kelompok perlakuan yaitu kelompok sehat, kelompok NaCMC 0,5% secara per oral, kelompok suspensi kuersetin 20 mg/kgBB secara per oral, serta kelompok asam valproat 300 mg/kgBB secara per oral. Perlakuan diberikan selama 14 hari, kemudian mencit diinduksi PTZ (65 mg/kgBB) secara intraperitoneal. Parameter yang diamati meliputi onset kejang, durasi kejang, dan tingkat keparahan kejang berdasarkan skala Racine, kemudian data onset dan durasi dianalisis dengan aplikasi GraphPad Prism menggunakan One-Way ANOVA. Hasil. Berdasarkan hasil pengukuran onset dan durasi menunjukkan bahwa pemberian kuersetin secara signifikan meningkatkan onset kejang dan menurunkan durasi kejang dibandingkan dengan kelompok NaCMC. Onset kejang pada kelompok NaCMC diperoleh rata-rata sebesar 1,34 menit ± 0,08, kuersetin 20 mg/kgBB sebesar 2,09 menit ± 0,23, dan asam valproat 300 mg/kgBB 2,01 menit ± 0,53 . Durasi kejang pada kelompok NaCMC diperoleh rata-rata sebesar 21,31 menit ± 0,79, kuersetin 20 mg/kgBB sebesar 12,83 menit ± 0,88, dan asam valproat 300 mg/kgBB 14,12 menit ± 0,19. Pada pengamatan terhadap skala kejang menggunakan skala Racine pada kelompok kuersetin 20 mg/kgBB dan asam vaproat 300 mg/kgBB mencit (Mus Musculus) menunjukkan kejang pada skala 3 sedangkan pada kelompok NaCMC mencit (Mus Musculus) menunjukkan kejang pada skala 5. Kesimpulan. Pemberian kuersetin berpotensi memperlambat terbentuknya onset kejang dan mempersingkat durasi kejang serta menurunkan tingkat keparahan kejang pada mencit yang diinduksi PTZ.

Item Type: Thesis (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: kuersetin, epilepsi, pentilentetrazol, onset, durasi, Mus Musculus
Subjects: R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisions (Program Studi): Fakultas Farmasi > Farmasi
Depositing User: Nasyir Nompo
Date Deposited: 16 Jul 2026 07:01
Last Modified: 16 Jul 2026 07:01
URI: http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56583

Actions (login required)

View Item
View Item