MULYATY M., SRY RESKI (2026) Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Siprofloksasin dan Sefiksim pada Pasien ISK Bagian Bawah Yang Tidak Terkomplikasi di RSUP Dr. Tadjuddin Chalid = Cost-Effectiveness Analysis of the Use of Ciprofloxacin and Cefixime Antibiotics in Patients with Uncomplicated Lower Urinary Tract Infections at Dr. Tadjuddin Chalid General Hospital. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
N011221005-kzrNwRhuZ2PAWUJ6-20260603104840.jpg
Download (478kB)
N011221005-1-2.pdf
Download (207kB)
N011221005-dp.pdf
Download (104kB)
N011221005-fullll.pdf
Restricted to Repository staff only until 2 June 2028.
Download (2MB)
Abstract (Abstrak)
Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) bagian bawah tidak terkomplikasi (ISKBT) merupakan infeksi bakteri paling sering pada wanita usia reproduktif dengan prevalensi di Indonesia. Kejadian ISK menempati posisi tertinggi dari total infeksi nosokomial di rumah sakit Indonesia dan menjadi penyebab utama rawat inap. Sebuah analisis farmakoekonomi suatu RSUP di Jakarta menunjukkan pengeluaran antibiotik ISK mencapai 22% dari total biaya farmasi, dengan kebutuhan penatalayanan untuk efisiensi 15–20%. Belum banyak diketahui tentang perbandingan efektivitas-biaya siprofloksasin dan sefiksim sebagai terapi empiris ISKBT rawat inap di Kota Makassar.Tujuan: Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas biaya antara penggunaan siprofloksasin dan sefiksim pada pengobatan ISKBT di Instalasi Rawat Inap RSUP Dr. Tadjuddin Chalid Makassar.Metode: Penelitian observasional retrospektif dengan desain cross-sectional dilakukan berdasarkan data rekam medis pasien ISKBT yang dirawat inap pada periode penelitian. Efektivitas biaya dihitung menggunakan Average Cost-Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER), dengan efektivitas didefinisikan sebagai tingkat kesembuhan klinis. Biaya total terapi mencakup akuisisi antibiotik, biaya rawat inap, dan perawatan suportif.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh pasien pada kedua kelompok terapi memiliki efektivitas sebesar 100%. Rata-rata biaya total per pasien pada terapi siprofloksasin sebesar Rp3.428.657, lebih rendah dibandingkan sefiksim sebesar Rp5.705.886. Nilai ACER siprofloksasin lebih rendah dibandingkan sefiksim, sedangkan ICER tidak dapat dihitung karena tidak terdapat perbedaan efektivitas.Kesimpulan: iprofloksasin lebih cost-effective dibandingkan sefiksim, sehingga dapat dipertimbangkan sebagai pilihan terapi yang lebih rasional pada pasien ISK rawat inap.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | ISKBT, siprofloksasin, sefiksim, efektivitas biaya, ACER |
| Subjects: | R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Farmasi > Ilmu Farmasi |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 06:02 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 06:02 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56580 |
