AL QAUTZAR, MUH. FIKRI (2026) PENGEMBANGAN GALUR PADI TOLERAN CEKAMAN KEKERINGAN PADA POPULASI MUTAN M1-M3 MELALUI KONSEP SHUTTLE BREEDING ARTIFICIAL= DEVELOPMENT OF DROUGHT-TOLERAN RICE LINES IN M1-M3 MUTANT POPULATIONS THROUGH THE CONCEPT OF ARTIFICIAL SHUTTLE BREEDING. Skripsi thesis, Universitas Hasanuddin.
G012241004-me9qNRLrhI1lCHaU-20260416130133.jpeg
Download (45kB)
G012241004-1-2.pdf
Download (159kB)
G012241004-dp.pdf
Download (159kB)
G012241004-fulllll.pdf
Restricted to Repository staff only until 13 March 2028.
Download (1MB)
Abstract (Abstrak)
ABSTRAK MUH. FIKRI AL QAUTZAR Pengembangan Mutan Padi Toleran Cekaman Kekeringan pada Populasi Mutan M1-M3 melalui Konsep Shuttle Breeding Artificial (dibimbing oleh Muhammad Fuad Anshori dan Novaty Eny Dungga). Latar Belakang. Tanaman padi (Oryza sativa L.) merupakan salah satu komoditas pangan strategis yang memainkan peran penting dalam mendukung ketahanan pangan global. Tujuan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan galur padi toleran cekaman kekeringan pada populasi mutan generasi M1 hingga M3 melalui konsep artificial shuttle breeding yang dipadukan dengan metode artificial screening. Tahap pertama menilai radiosensitivitas padi dihaploid terhadap iradiasi sinar gamma, menentukan dosis letal (LD50), serta mengevaluasi respon pertumbuhan dan keragaman fenotip mutan M1. Tahap kedua mengevaluasi keragaman genetik dan parameter genetik mutan M2, menganalisis hubungan karakter agronomis terhadap hasil, serta menentukan kriteria dan indeks seleksi efektif. Tahap ketiga mengidentifikasi galur mutan M3 yang toleran kekeringan dan menetapkan kriteria seleksi berbasis visual serta agronomis. Metode. Metode penelitian menggunakan iradiasi dosis 200–1000 Gy pada benih padi dihaploid dengan analisis regresi linear, principal component analysis (PCA), heritabilitas, sidik lintas, korelasi, indeks seleksi, dan diferensial seleksi. Seleksi kekeringan dilakukan pada fase kecambah dan pembibitan. Hasil. Hasil menunjukkan dosis 200 Gy menghasilkan keragaman genetik paling luas dengan LD50 sebesar 458,24 Gy pada 2 minggu setelah tanam. Karakter agronomis pada M2 sebagian besar memiliki heritabilitas tinggi, terutama jumlah anakan produktif yang berpengaruh signifikan terhadap bobot rumpun. Seleksi indeks berhasil menyeleksi galur potensial dengan diferensial seleksi tinggi. Pada M3 diperoleh 34 galur toleran kekeringan dengan benih berisi dan jumlah anakan produktif sebagai kriteria seleksi paling efektif. PCA mengindikasikan keragaman genetik terbesar pada mutan dosis 400 Gy.Kesimpulan. Pendekatan artificial shuttle breeding dan artificial screening memungkinkan seleksi populasi besar secara efisien dan sistematis, mempercepat identifikasi galur unggul toleran.
| Item Type: | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata Kunci: Heritabilitas, Iklim, Kekeringan, Mutan, dan Padi. |
| Subjects: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions (Program Studi): | Fakultas Pertanian > Fakultas Pertanian > |
| Depositing User: | Nasyir Nompo |
| Date Deposited: | 09 Jul 2026 07:36 |
| Last Modified: | 09 Jul 2026 07:37 |
| URI: | http://repository.unhas.ac.id:443/id/eprint/56472 |
